OMK Paroki Wedomu Atambua Sulap Biji Jambu Mete Jadi Coklat Premium, Brownies dan Produk Kekinian
Diterbitkan Sabtu, 19 September, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST, ATAMBUA – Potensi besar biji jambu mete di wilayah Wedomu, Kabupaten Belu, kini tidak lagi dijual mentah dalam bentuk gelondongan. Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Paulus Wedomu bersama Suster Arnolda Seran, SSpS dan siswi SMK Kesehatan Kusuma Atambua menggelar pelatihan inovatif pengolahan biji jambu mete menjadi produk kekinian yang bernilai jual tinggi.
Pelatihan tersebut berlangsung di Aula Paroki Santo Paulus Wedomu, pada Kamis (17/09/2026). Kegiatan ini masuk dalam kalender program kerja Pastoral Keuskupan Atambua dan terlaksana atas kolaborasi Paroki Santo Paulus Wedomu dengan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Atambua.
Ketua Panitia OMK menyampaikan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi orang muda dalam mengolah biji jambu mente yang selama ini menjadi produk unggulan umat Wedomu setiap tahunnya.
Selama ini, warga Wedomu hanya menjual biji mente secara mentah dengan harga yang tidak terlalu bagus. Padahal jika diolah menjadi produk jadi, nilai jualnya bisa berlipat ganda.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjual mentah, tapi bisa mengolah menjadi produk siap konsumsi yang kekinian dan punya harga jual tinggi,” ujar salah satu pendamping OMK.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan mengolah bijinya saja, tetapi juga daging buah mente yang selama ini terbuang percuma.
Adapun produk-produk kekinian yang diajarkan dalam pelatihan tersebut antara lain:
1. Coklat Mente Premium (Silverquin) Original dan varian rasa susu
2. Kacang Mente Goreng dan Mente Sangrai Gurih
3. Brownies Jambu Mente
4. Bolu Mente
5. Selai (Sleng) Jambu Mente sebagai topping kue
6. Dan berbagai olahan kue lainnya dengan campuran biji mente
Manfaat utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan orang muda secara mandiri, mengubah bahan mentah (gelondongan) menjadi produk siap konsumsi, melipatgandakan harga jual, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian umat dan rumah tangga.
Panitia mencatat, antusiasme peserta sangat tinggi. Target awal peserta hanya 20 orang, namun saat pelaksanaan, jumlah peserta yang hadir melebihi target yang ditentukan. Hal ini menunjukkan semangat besar orang muda Wedomu untuk belajar dan berwirausaha.
Usai pelatihan, Sr. Arnolda Seran, SSpS selaku narasumber dan pengajar di SMKK Kusuma Atambua, mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki Romo Paulus Nahak, Pr, Pastor Rekan Romo Laurensius Tnopo, Pr, serta seluruh OMK Wedomu yang telah meluangkan waktu.
“Saya Sr. Arnolda Seran, SSpS pengajar SMKK Kusuma Atambua sangat berterima kasih atas antusiasnya orang-orang muda yang ada di Paroki ini untuk meluangkan waktu mengikuti pelatihan bahan pangan biji jambu mente dan daging jambu mente. Karena di sini penghasilan besar itu jambu mente dan sering dipasarkan secara utuh begitu saja, sehingga Paroki membuat satu program ini pengembangan biji jambu mente menjadi produk olahan siap pakai,” jelas Sr. Arnolda, Kamis (17/9).
BACA JUGA:
Mete NTT Mulai Dilirik Jadi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan
Lebih lanjut, Sr. Arnolda memberikan motivasi bahwa produk olahan mente Wedomu tidak kalah saing dengan produk luar.
“Jadi yang tadi kita lakukan pengolahan ada coklat serupa Silverquin, coklat yang diolah secara original, coklat yang diberi rasa lain misalnya diberi rasa susu atau bahan tambahan lain sehingga ada variasi rasa. Kemudian biji jambu mente yang diolah disangrai kemudian digoreng sehingga tidak kalah saingnya dengan yang dipasarkan toko luar. Dan juga kue-kue yang diberi campuran misalnya brownies jambu mente, campurannya biji jambu mente kemudian toppingnya kita gunakan selai jambu mente itu akan meningkatkan nilai jual,” jelasnya.
“Ada juga beberapa jenis bahan olahan lainnya. Kami sangat berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini saja. Setelah ini silakan mengembangkan terutama yang bernilai jual tinggi seperti jambu mente goreng, sangrai, brownies jambu mente itu nilai jualnya cukup tinggi. Saya melihat potensi besar, orang muda ini mereka begitu semangat punya antusias untuk belajar,” ujar Sr. Arnolda.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Paulus Wedomu, Romo Paulus Nahak, Pr, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai program berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi umat.
“Saya sebagai Pastor Paroki Santo Paulus Wedomu tentu menyadari bahwa biji jambu mente ada di mana-mana karena pohonnya juga banyak di Wedomu. Biasanya dikumpulkan umat langsung dijual, tentu harganya tidak terlalu bagus. Untuk itu sejak tahun lalu kami bersama Dewan Keuangan Paroki (DKP) dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) memprogramkan program fokus ini untuk melatih kaum muda mengelola biji jambu mente menjadi produk jadi yang bernilai tinggi guna menambah pendapatan umat dan hari ini telah terjadi kegiatan pelatihan ini didampingi Komisi PSE Keuskupan Atambua khususnya Sr. Arnolda Seran, SSpS dan timnya dari SMKK Raibasin,” ucap Romo Paulus.
Romo Paulus menambahkan, setelah mencicipi hasil olahan, rasanya sangat enak dan berkualitas tinggi.
“Kami mencicipi hasilnya sangat enak dan berkualitas tinggi. Kalau akhirnya dikembangkan dan dijual tentu hasilnya memuaskan untuk menambah ekonomi umat. Kita harapkan mereka aktif, mereka semangat dalam mengembangkan diri jadi orang yang baik,” tutup Romo Paulus dengan penuh senang.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan OMK Paroki Santo Paulus Wedomu mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, sehingga jambu mente Wedomu tidak hanya dikenal sebagai komoditas mentah, tetapi sebagai produk olahan premium kebanggaan Belu.*
O(Laporan: Lau Kaza / NKRIPOST)
