Gubernur Melki: Pameran Pembangunan NTT Usung Tema “Peduli Bencana Gempa Flores”
Diterbitkan Senin, 17 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengubah fungsi Pameran Pembangunan NTT 2026 menjadi ruang penggalangan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Langkah itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka Pameran Pembangunan NTT 2026 dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Area Pameran Harper Kupang, Sabtu (15/8/2026) malam.
Pemprov NTT sengaja mengangkat tema “Peduli Bencana Gempa Flores” sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang tengah menghadapi bencana.
“Tema ini kami ambil untuk menunjukkan kepedulian kita atas bencana gempa di Flores. Tadi bersama jajaran Forkopimda, kami ke Maumere, melihat langsung. Besok rencananya kami akan ke Ruteng, Ende dan Soa, untuk pastikan penanganan gempa Flores kita lakukan bersama-sama,” ujar Melki.
Menurut Gubernur, pameran tidak hanya menjadi ajang menampilkan capaian pembangunan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga harus menjadi momentum menunjukkan solidaritas seluruh masyarakat NTT kepada saudara di Flores.
Selama pelaksanaan pameran 15-24 Agustus 2026, panitia menyiapkan posko dan kotak donasi untuk menghimpun bantuan.
Bantuan dapat berupa uang, makanan, minuman, pakaian, selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya. Gubernur menegaskan masyarakat dapat berkontribusi sesuai kemampuan. Bahkan doa untuk keselamatan korban juga disebut sebagai bentuk donasi paling sederhana.
“Sejak pagi tadi kami sudah putuskan, untuk seluruh masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores yang butuh makanan, pakaian, selimut, silakan koordinasi dengan toko atau kios terdekat untuk dibantu. Pembayarannya nanti dari pemerintah,” kata Melki.
BACA JUGA:
Update Dampak Gempa NTT: 53 Tewas, 137 Luka Dan Kerusakan Meluas ke 8 Kabupaten
Seluruh bantuan yang terkumpul akan diumumkan secara berkala setiap hari dan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui mekanisme yang telah dikoordinasikan bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, dan BNPB.
Pemprov NTT bersama pimpinan DPRD Provinsi NTT dan jajaran Forkopimda telah meninjau sejumlah wilayah terdampak untuk memantau kondisi masyarakat dan memastikan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah saat ini terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan tanggap darurat di Flores.
Gubernur menekankan keterlibatan semua elemen penting untuk memperlihatkan bahwa Flores adalah bagian tidak terpisahkan dari NTT.
“Kita tunjukkan bahwa Flores adalah bagian dari kita yang ada di Timor, Sumba dan semua daerah di NTT ini,” tegasnya.
Pameran Pembangunan NTT 2026 tahun ini mencatat partisipasi lebih dari 613 pelaku UMKM serta 115 stan dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan komunitas.
Melalui pameran, masyarakat dapat melihat kontribusi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah. Namun tahun ini misi kemanusiaan menjadi fokus utama.
Panitia mengajak perangkat daerah, pelaku usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan dunia pendidikan untuk berpartisipasi dalam gerakan Peduli Bencana Gempa Flores.
Pembukaan pameran turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, ASN, perwakilan BUMN dan BUMD, pelaku UMKM, serta insan pers.***
