NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

4 Jembatan Garuda di Belu-Malaka Hampir Rampung, Akses Warga Perbatasan Segera Terbuka

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 14 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Ilustrasi Jembatan Gantung

NKRIPOST ATAMBUA – Kodim 1605/Belu bersama masyarakat terus menggenjot pembangunan 4 Jembatan Perintis Garuda di wilayah perbatasan RI-Timor Leste. Targetnya, seluruh jembatan rampung pada Agustus 2026.

Keempat jembatan ini merupakan bagian dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD yang diprioritaskan di wilayah 3T: Tertinggal, Terdepan, dan Terpencil.

Rincian Lokasi: 3 di Belu, 1 di Malaka

Dandim 1605/Belu, Letkol Arh. Arisetyo Ardyanto merinci lokasi keempat jembatan tersebut.

“Untuk Kodim 1605/Belu ada total empat jembatan perintis garuda. Tiga diantaranya berada di Kabupaten Belu dan satu di Kabupaten Malaka,” ujar Dandim, Rabu (12/8/2026).

Rinciannya:
1. Jembatan Gantung Beinoka – Kelurahan Ribesi, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu
2. Jembatan Gantung Sukabiren – Kelurahan Ribesi, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu
3. Jembatan Beton Oetfo – Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu
4. Jembatan Gantung Weliman – Kabupaten Malaka

Menurut Dandim, progres pengerjaan saat ini sudah masuk tahap akhir.

“Saat ini yang 100 persen adalah jembatan gantung Beinoka, Lafaekfera. Sementara untuk dua jembatan gantung lainnya dalam pemasangan tali sling dan jembatan beton Oetfo sudah 95 persen, sisa tahap pengecoran lantai,” jelas mantan Danyon Arhanud Kupang itu.

“Harapannya semoga cuaca mendukung. Untuk tiga jembatan gantung hari ini sudah memasang sling, tinggal finishing pemasangan lantai dan bisa rampung dalam pekan ini,” tambahnya.

Dandim Ardyanto menegaskan kehadiran jembatan ini sangat vital bagi warga perbatasan. Selama ini warga harus berputar jauh atau bahkan turun ke sungai untuk menyeberang.

“Dengan kehadiran empat jembatan perintis bisa mempermudah akses warga bepergian, baik itu akses kesejahteraan, akses pendidikan, akses ekonomi maupun lainnya,” ucapnya.

“Harapan kita jembatan ini bisa membantu memperlancar akses transportasi semua warga terutama untuk anak-anak sekolah yang selama ini harus berputar jalannya atau turun ke sungai untuk menyeberang,” lanjutnya.

Dandim juga mengajak warga ikut merawat.
“Saya mohon kepada seluruh warga agar bantu memelihara jembatannya. Apabila ada kerusakan tolong dilaporkan ke Kodim, sehingga nanti kita bisa mengambil langkah untuk bersama-sama mengerjakannya,” pungkas Ardyanto.

BACA JUGA:

KSAD Maruli Ajak Alumni Akmil Turun Gunung: Bangun Negeri dari Daerah 3T, TNI Lahir dari Rakyat dan Untuk Rakyat

Pembangunan jembatan ini selaras dengan 4 program unggulan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di era pemerintahan Prabowo-Gibran:

  1. Ketahanan Pangan: Lahan pertanian produktif dan lumbung pangan
  2. Pembangunan Jembatan Garuda: Membuka akses wilayah terisolir
  3. Program Manunggal Air: Pengeboran sumur dan penampungan air bersih
  4. Bakti Sosial & Kesehatan: Pelayanan gratis, bedah rumah, bantuan disabilitas

“Jadi kita sudah buat program seperti ini, jadi satu pulau atau daerah kita selesaikan semua jembatannya. Biar anda merasa terpanggil, perhatikan mereka, bagaimana rasanya mereka berpuluh-puluh tahun tidak pernah punya air, tidak pernah punya jembatan,” kata Jenderal Maruli beberapa waktu lalu.

Untuk mendukung logistik, TNI AD bahkan menggunakan Kapal ADRI LIII untuk menyalurkan lebih dari 400 unit besi ke NTT.
“Ini bentuk nyata kehadiran negara. Kita bawa material dari Jawa, kirim lewat laut, karena kalau lewat darat di sana sulit,” ujar Maruli.

BACA JUGA:

7 Jenderal TNI AD Masuk Bursa KSAD, Ada Letjen Dr. Rui Duarte

Dukungan pembangunan di perbatasan juga datang dari TMMD ke-129 Kodim 1605/Belu yang resmi ditutup di Kab. Malaka pada 13 Agustus 2026 oleh Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Muhammad Dariyanto.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dalam amanatnya menyebut TMMD menghasilkan pembangunan fisik berupa jalan, sanitasi, rumah ibadah, RTLH, sumur bor air bersih, serta program non-fisik untuk memperkuat kemanunggalan TNI-rakyat.

“TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. Semoga tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Pangdam.

Upacara penutupan dihadiri Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, Dandim 1605/Belu Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, dan Forkopimda Malaka.**

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved