Septrismen Siap Maju dalam PAW Wali Nagari Saniangbaka Solok
Diterbitkan Sabtu, 21 Februari, 2026 by NKRIPOST

NKRI POST SOLOK — Dinamika politik lokal di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai menghangat menjelang proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Wali Nagari periode 2026–2028. Nama Septrismen Sutan Putieh mencuat dan digadang-gadang sejumlah elemen masyarakat untuk maju memimpin nagari tersebut.
Septrismen bukan figur baru dalam percaturan politik daerah. Ia dikenal sebagai mantan kader dan salah satu pendiri struktur awal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kabupaten Solok. Selama dua periode, 2014–2024, ia duduk sebagai anggota sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok.
Kepada Nkripost.co, Jumat (20/2/2026), di Saniangbaka, Septrismen menyatakan kesiapannya apabila memperoleh amanah dari perwakilan lembaga enam jorong di Nagari Saniangbaka.
“Saya hanya menawarkan diri untuk mengabdi membangun Nagari Saniangbaka ke depan, melanjutkan apa yang pernah saya lakukan saat menjadi anggota dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok,” ujarnya.
Konsep Strategis Pascabencana
Menurut Septrismen, tantangan utama nagari saat ini adalah pemulihan pascabencana. Ia menilai pembangunan ke depan harus diawali dengan perencanaan yang terukur dan berbasis data kebutuhan riil masyarakat.
Fokus yang ia tawarkan mencakup pemulihan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembenahan tata kelola pemerintahan nagari.
Ia menekankan pentingnya koordinasi berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga pemerintah provinsi dan pusat.
Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok, termasuk Bupati dan Wakil Bupati, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dinilai krusial. Selain itu, menurut dia, kemampuan lobi ke pemerintah pusat juga menjadi faktor penentu.
“Untuk membawa misi ke Pemerintah Pusat, kuncinya ada pada lobi dan data yang kuat,” katanya.

BACA JUGA:
Septrismen Bersama Bupati Hadiri Musrenbang Kecamatan Junjung Sirih
Modal Jejaring Nasional
Septrismen mengungkapkan, pengabdiannya selama 17 tahun di Gerindra sejak 2008 hingga 2024 memberinya jejaring komunikasi di tingkat nasional. Ia menyebut memiliki hubungan baik dengan sejumlah tokoh, di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Luar Negeri Sugiono.
Menurut dia, jejaring tersebut berpotensi membuka akses komunikasi untuk memperjuangkan program pembangunan bagi nagari, baik melalui skema APBN maupun dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN.
“Saya tidak berjanji dan tidak menjamin, namun ketika menghadap dengan kapasitas sebagai Wali Nagari, Insya Allah akan ada respons terhadap usulan pembangunan yang kita bawa,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pendekatan yang akan ditempuh tetap berbasis pada proposal dan perencanaan yang sesuai regulasi, bukan semata-mata kedekatan personal.
Menanti Proses PAW
Sejumlah tokoh masyarakat Saniangbaka menilai pengalaman legislatif Septrismen menjadi modal politik dan administratif yang kuat. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme PAW melalui perwakilan lembaga enam jorong di nagari tersebut.
Proses PAW Wali Nagari Saniangbaka periode 2026–2028 diperkirakan menjadi momentum penting bagi arah pembangunan nagari pascabencana. Publik kini menanti dinamika politik lokal yang akan berkembang dalam waktu dekat. ( Nz. Koto )
