Fisik Ruas Jalan Kabupaten TTS Soe – Kuanfatu Termakan Longsor, Ancam Keselamatan Pengendara
Diterbitkan Kamis, 5 Februari, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Salah satu Ruas jalan penghubung antar warga masyarakat dari Kecamatan Kuanfatu ke Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam putus tergerus longsor di musim penghujan pariode 2026 ini bila curah hujan di bulan februari sampai pada bulan april terjadi secara intens
Terpantau jelas oleh awak media NKRI POST TTS pada lintasan jalan raya kabupaten Timor Tengah Selatan terlihat bentangan badan jalan pada titik RT 04 desa Noebeba tersisa satu meter saja akibat longsor tergerus curah hujan sejak beberapa bulan lalu
Untuk mengurangi ancaman keselamatan, Stefanus Feka yang adalah ketua RT 04 desa Noebeba yang ditemui awak media NKRI POST TTS di titik longsor tepat di depan rumahnya berpesan kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintas.
“Badan jalan ini longsor akibat hujan dan memang seperti ini kondisi badan jalan tersisa satu meter lebih dan kami memberi tanda agar diketahui para pengguna jalan ini agar berhati hati mengurangi kecepatan kendaraan bila sudah mendekat di titik ini ” jelas Stefanus Feka, Rabu (4/2/2026).
Pada titik longsor yang menggerus badan jalan Kabupaten ini juga berada di wilayah desa Oebaki kecamatan Noebeba tak luput dari ancaman longsor tahun 2026 ini
Sementara itu, Maria Kabnani seorang ibu warga desa Oebaki yang ditemui rabu 4 februari 2026 di lokasi longsor mengkhawatirkan terputusnya badan jalan raya tersebut.
“Ini sudah pastinya ambruk tersapu longsor bila tidak cepat ditangani pihak berkompeten TTS ini dan tentunya akses transportasi jalan ini lumpuh.” tutur Maria Kabnani
Bupati Timor Tengah Selatan yang dihubungi melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Timor Tengah Selatan Yeri Otte Nakamnanu , M.si rabu 4 februari 2026 di ruang kerjanya mengatakan pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada bupati TTS.
“Kami tetap memantau setiap titik rawan bencana longsor di kabupaten TTS dan tetap melakukan koordinasi intensif pada beberapa satuan kerja pada dinas / SKPD demi penanganan dini dan tindakan penyelamatan lainnya dan tetap menyampaikan laporan kepada Bupati TTS sebagai Pimpinan tertinggi kabupaten TTS ” tegas Kaban BPBD TTS yang dikenal santun ini.
BACA JUGA:
Ruas Jalan Desa Bonleu TTS Terancam Putus Total
Jalan Rusak Di Debululik Belu Ancam Nyawa, Mahasiswa Akan Demo Bila Pemda Dan DPR Tutup Mata
Terpisah Seorang pengguna jalan raya kabupaten TTS Soe – Kuanfatu yang adalah seorang pengusaha transportasi darat yang meminta namanya tidak disebutkan meminta perhatian pemerintah daerah dan anggota DPRD TTS terutama dapil TTS 5.
“kami warga masyarakat merasa sangat tidak adil dalam pelayanan perbaikan jalan raya, jangankan longsor, jalan berlubang saja tidak ada perhatian pemerintah daerah apalagi anggota DPR padahal ketua DPRD TTS itu dipilih dari daerah pemilihan TTS 5 ini dan juga pak Roy Babys yang punya kampung tua di Kuanfatu sini. Tidak tahu kalau dana reses mereka dipakai untuk apa saja atau mungkin setiap kali reses datang bawa nasi bungkus kumpul lima sampai enam orang terus bercerita dan pulang dan mungkin juga kerjasama dengan kepala desa ” tutur pria ini dengan nada kesal.
Terkesan diam tak peduli para pemangku kepentingan pelayan publik baik tingkat desa, kecamatan hingga wakil rakyat, beberapa anggota DPRD Kabupaten TTS asal daerah pemilihan TTS 5 (lima) saat dihubungi melalui pesan whatsapp meminta tanggapan mereka sebagai wakil rakyat tak satupun merespon konfirmasi, alias bungkam. ***
