Warga Belu Di Tembak Mati Di Wilayah Distrik Fatumea RDTL! Pemdes Takirin Minta Satgas 741/GN Perketat Wilayah Batas
Diterbitkan Rabu, 20 Agustus, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST, ATAMBUA – Hendak Berburu, Abeltianus Bere warga Desa Manleten Timur Kecamatan Tasifeto Timur menjadi korban tragis penembakan oleh warga Timor Leste di sekitaran wilayah Wehali Matan Distrik Fatumea Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Sabtu malam (16/8/2025).
Menurut saksi korban,
sebelumnya mereka hendak melakukan perburuan di hutan. Dalam perjalanan menuju lokasi kejadian mereka berpencar untuk mendapat sasaran target burung atau sejenis hewan lainnya. Alhasil dalam perjalanan proses berburu terjadi malapetaka kepada korban. Mereka diduga sebelumnya sudah di intai oleh para pelaku penembakan. Sambil menunggu momen yang pas untuk melakukan eksekusi kepada korban. Sekitar pukul 22.30 Malam terdengar suara tembakan mengenai dada korban. Korban masih sempat lari memberikan pesan kepada saudaranya Gio agar segera bergegas lari menuju kali biarkan dirinya lari ke atas untuk menghadapi mereka.
Selang beberapa jam, Gio menemukan rekan korban menceritakan kejadian itu karena ada rasa takut yang berlebihan, mereka akhirnya bergeser cari tempat untuk berlindung dengan harapan bahwa kondisi korban baik-baik saja. Hingga pagi mereka melakukan pencarian sampai sore sekitar pukul 13.30 sore korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi tanpa busana.
Kemudian rekan korban dengan paniknya menelpon pihak keluarga bersama Bhabinkamtibmas, Danpos 741/GN dan Kepala Desa Takirin melaporkan sekaligus menjemput jenasah korban di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Setelah itu Korban langsung dilarikan ke RSUD Atambua untuk di Visum. Karena banyak pertimbangan di sisi finansial keluarga korban tidak mampu akhirnya jenasah di pulangkan ke Wedomu Desa Manleten Timur sesuai status kependudukan, paginya langsung di teruskan ke Dusun Hasmetan Desa Takirin Kecamatan Tasifeto Timur yang merupakan keluarga besar korban suku Leomalis.

BACA JUGA:
Duh!! Oknum Polisi Diduga Tembak Siswa SMK di Semarang Hingga Tewas
Kepada Media Nkripost.co, Polsek Tasifeto Timur melalui Bhabinkamtibmas Takirin Aipda Bima Mautang mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada warga Manleten Timur tertembak di Wehali Matas Distrik Fatumea RDTL.
“Setelah itu saya selaku Bhabinkamtibmas Takirin bersama Danpos 741/GN Pos Fatubesi Atas menuju ke perbatasan untuk menyusul masyarakat dan keluarga korban yang telah mendahului ke lokasi.
Lebih lanjut akan tetapi sebelum tiba di lokasi perbatasan, masyarakat dan keluarga korban telah mengangkat jenasah dari lokasi kejadian ke wilayah Indonesia. Setelah itu bersama dengan masyarakat dan keluarga korban membawa jenasah menuju ke depan Pos Fatubesi selanjutnya dilanjutkan ke RSUD Atambua.
“Dalam kesempatan ini, Bhabinkamtibmas Takirin Aipda Bima Mautang juga menghimbau kepada masyarakat dan keluarga korban untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis atau kekerasan di wilayah perbatasan RI-RDTL Takirin.
Bhabinkamtibmas Takirin juga menghimbau kepada masyarakat Takirin agar untuk sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas di wilayah perbatasan untuk mencegah konflik atau hal-hal yang tidak diinginkan,” harap Bima Mautang Bhabinkamtibmas Takirin.
Pemdes Takirin bersama masyarakat mengecam tindakan penembakan membabi buta oleh warga Timor Leste. Dan berharap Satgas 741/GN yang saat ini bertugas di Pos Fatubesi Atas dapat meningkatkan sosialisasi kepada warga tentang pelanggaran batas wilayah.
Kepala Desa (Kades) Takirin Engelbertus Foa menyangkan kejadian naas yang menimpah korban. Dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Desa Takirin dan Desa tetangga untuk lebih hati-hati lagi melakukan perburuan di wilayah perbatasan RI-RDTL. Dan meminta kepada Satgas 741/GN agar lebih fokus ke 10 wajib pokok TNI di wilayah perbatasan RI-RDTL.
“Saya sebagai kepala wilayah Desa Takirin turut prihatin atas kejadian naas yang menimpa korban. Perlu diluruskan korban tertembak di wilayah Distrik Fatumea RDTL hendak melakukan perburuan bukan karena mau mencuri. Hari ini jenasah akan segera disemayamkan,” jelas Kades Takirin Engelbertus Foa, Selasa (19/8)
Dirinya meminta kepada Satgas 741/GN untuk lebih teliti dan tahu tugas pokok TNI di wilayah perbatasan RI-RDTL. Tujuannya jelas selain menjaga keamanan masyarakat dalam negeri, memberikan sosialisasi tentang pelanggaran batas wilayah.
“Saya minta Satgas 741/GN harus paham tugas pokok TNI di wilayah perbatasan RI-RDTL. Melakukan patroli rutin di wilayah perbatasan dan sosialisasi kepada warga tentang pelanggaran batas wilayah, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Desa Takirin,” pintanya.
Ia juga berharap kepada Satgas 741/GN perketat penjagaan keluar masuknya warga Timor Leste ke wilayah Indonesia begitupun sebaliknya. “Kedepan Satgas 741/GN perketat penjagaan keluar masuk warga Timor Leste di wilayah Indonesia begitupun sebaliknya,” harapnya. (Lau Kaza)
