Mengenang Kemeriahan Hari Raya Paskah di Lapangan Gereja Imanuel Poli
Diterbitkan Jumat, 18 April, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Mengikuti perayaan Hari Raya Paskah yang meriah di Lapangan Gereja Imanuel Poli, kita menyaksikan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang membebaskan diri dari persaingan. Sebuah acara yang diwarnai dengan kegiatan olahraga dan semangat kegembiraan, turut diwarnai dengan dukungan dana dari Anggota DPRD Kabupaten TTS. Mari kita telusuri bagaimana kegiatan keagamaan dapat menjadi landasan untuk merayakan persatuan dan kebaikan bersama.
Sebuah kisah riang dari Kecamatan Santian di Kabupaten TTS, di mana lima mata jemaat kependetaan Malla bersatu dalam merayakan Hari Raya Paskah dengan penuh semangat di Lapangan Gereja Imanuel Poli. Sebuah momen sakral yang diisi dengan kedamaian dan kegembiraan, menandai awal dari kegiatan yang akan mengikat hati dan jiwa.
Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 18 April 2025 ini dibuka dengan penuh kehangatan oleh Penanggung Jawab Jemaat Imanuel Poli, Bapak Lameck Afi, atau yang lebih akrab disapa sebagai L.A. Semangatnya yang tulus menjelaskan bahwa perayaan ini bukanlah tentang menang atau kalah, melainkan tentang merayakan asal-usul dan kebersamaan di desa yang dicintai, Kuan Mala Kuan Amasat.
Dana yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan Paskah ini mencapai Rp Lima juta, merupakan sumbangan dari Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi NasDem, yang diberikan dengan tulus oleh Askenas Gomer Afi, S.Pd. Sebuah bentuk dukungan yang memperkuat jalinan persaudaraan dan kebaikan di antara umat.
Panitia pelaksana yang dipimpin oleh kependetaan Malla, Jidro S. P. Afi S.Pd, didukung oleh rekan-rekan seperjuangan seperti Wasit Rian Afi S.Pd, Yoram Afi S.Pd, dan Ibrahim Bia S.Pd. Mereka dengan tulus dan penuh rasa syukur menyampaikan terima kasih atas sumbangan yang diberikan oleh Bapak Dewan, Askenas Gomer Afi, dan mendoakan agar beliau senantiasa diberkati dan sehat selalu.
Perayaan Hari Raya Paskah yang berlangsung di Lapangan Gereja Imanuel Poli tidak hanya meriah dalam tatanan acara, namun juga penuh makna dalam kebersamaan dan cinta kasih sesama umat. Suatu contoh bagaimana kegiatan keagamaan mampu menjadi perekat persatuan dan kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Mari kita teruskan semangat kebersamaan dan kebaikan, serta merayakan setiap momen suci dengan penuh makna dan kebahagiaan pungkasnya.***DoA)
