Viral Paus Setujui Pemberkatan Pasangan Sejenis, Ini Penegasan Dubes RI untuk Vatikan: Gereja Tidak Memberkati Perkawinan Sejenis
Diterbitkan Kamis, 21 Desember, 2023 by NKRIPOST
Disebutkan juga bahwa hal ini bisa diterapkan pada mereka yang “tidak mengklaim legitimasi atas status mereka sendiri, namun memohon agar semua yang benar, baik, dan valid secara manusiawi dalam kehidupan mereka, dan hubungan mereka diperkaya, disembuhkan, dan ditinggikan dengan kehadiran Roh Kudus”.
“Pada akhirnya, pemberkatan memberikan manusia sebuah sarana untuk meningkatkan kepercayaan mereka kepada Tuhan,” sebut dokumen dari kantor doktrin Vatikan tersebut, yang juga menambahkan bahwa hal itu “harus dipelihara, bukan dihalangi”.
Dokumen Vatikan itu secara lebih jelas juga menyatakan bahwa pemberkatan semacam itu tidak boleh dikaitkan atau diatur waktunya dengan seremoni pernikahan sipil, dan dilakukan tanpa menggunakan “pakaian, gerak tubuh, atau kata-kata yang pantas untuk sebuah pernikahan”.
Tempat untuk pemberkatan semacam itu, menurut dokumen Vatikan, mungkin dilakukan “dalam konteks lain, seperti kunjungan ke tempat suci, pertemuan dengan pastor, pembacaan doa dalam kelompok, atau selama ziarah”.
Lebih lanjut dijelaskan dalam dokumen itu bahwa para pastor harus mengambil keputusan berdasarkan kasus per kasus.
“Tidak boleh mencegah atau melarang kedekatan Gereja dengan umatnya dalam setiap situasi, di mana mereka mungkin mencari pertolongan Tuhan melalui pemberkatan sederhana,” sebut dokumen dari kantor doktrin Vatikan tersebut.
Uniknya, dokumen itu tetap mengajarkan tindakan homoseksual adalah dosa. Tapi, ketertarikan terhadap sesama jenis kelamin bukanlah dosa. Sejak terpilih tahun 2013 lalu, Paus Fransiskus berusaha membuat gereja yang beranggota 1,35 miliar orang itu lebih ramah terhadap kelompok LGBT tanpa mengubah doktrin moral.

BACA JUGA:
Bertemu Paus Fransiskus, Menag Sampaikan Undangan Presiden Jokowi
Pengukuhan Pengurus Kornas THS THM Periode 2023-2026 ‼️
Pertama Kali Dalam Sejarah, Paus Sambangi Kedubes Rusia Sampaikan Ini
Selanjutnya, apresiasi dan kritikan:
Apresiasi dan Kritikan
Pastor James Martin, seorang pastor Jesuit Amerika yang melayani komunitas LGBT, menyebut dokumen Vatikan itu sebagai “langkah maju yang besar dalam pelayanan gereja” kepada mereka.
Dalam postingan media sosial X, Martin menyebut dokumen itu “mengakui keinginan mendalam dari banyak pasangan Katolik sesama jenis akan kehadiran Tuhan dalam hubungan cinta mereka”.
“Bersama dengan banyak pastor, saya sekarang akan dengan senang hati memberkati teman-teman saya dalam penyatuan sesama jenis,” ujarnya.
Francis DeBernardo, yang merupakan Direktur Eksekutif New Ways Ministry — kelompok yang mengadvokasi hak-hak LGBT di Gereja, menekankan bahwa makna penting dari dokumen Vatikan itu “tidak bisa dilebih-lebihkan”.
Dia memuji kata-kata dalam dokumen itu yang menyatakan bahwa orang-orang yang mencari berkat tidak boleh dijadikan target “analisis moral yang mendalam”.
Pastor James Martin, seorang pastor Jesuit Amerika yang melayani komunitas LGBT, menyebut dokumen Vatikan itu sebagai “langkah maju yang besar dalam pelayanan gereja” kepada mereka.
Dalam postingan media sosial X, Martin menyebut dokumen itu “mengakui keinginan mendalam dari banyak pasangan Katolik sesama jenis akan kehadiran Tuhan dalam hubungan cinta mereka”.
“Bersama dengan banyak pastor, saya sekarang akan dengan senang hati memberkati teman-teman saya dalam penyatuan sesama jenis,” ujarnya.
Francis DeBernardo, yang merupakan Direktur Eksekutif New Ways Ministry — kelompok yang mengadvokasi hak-hak LGBT di Gereja, menekankan bahwa makna penting dari dokumen Vatikan itu “tidak bisa dilebih-lebihkan”.
Dia memuji kata-kata dalam dokumen itu yang menyatakan bahwa orang-orang yang mencari berkat tidak boleh dijadikan target “analisis moral yang mendalam”.***(Detikcom/Nkripost)
