Anggota DPR Semprot Pemprov NTT, Pertanyakan Penggunaan Dana 157 Miliar Kemana Larinya
Diterbitkan Sabtu, 4 Maret, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST. KUPANG, NTT – Anita Gah dengan tegas mempertanyakan penggunaan anggaran sebesar 157 miliar kepada Pemerintah Propinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diperuntukan bagi guru PPPK.
Anita Gah yang kini keterwakilan di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan NTT II yang kini menduduki jabatan anggota Komisi X DPR RI ini sangat tegas menyoroti penggunaan anggaran oleh Pemprov tersebut.
Dalam kesempatan itu, Anita menanyakan secara tegas kepada Kepala Dinas Pendidikan dan KebudayaanĀ NTT, Linus Lusi yang berlangsung dalam pertemuan yang digelar di ruang kerja SekdaĀ NTT, Jumat (03/03/2023) kemarin.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Plt. SekdaĀ NTT, Yohana Lisapaly, Kabag Keuangan, Zakarias Moruk dan Kadis Pendidikan dan KebudayaanĀ NTT, Linus Lusi. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung komisi X DPR RI Anita Gah sangat tegas mempersoalkan penggunaan dana Rp157 miliar yang belum jelas itu.
Dalam pertemuan, MenurutĀ Anita dana Rp157 miliar tersebut belum semuanya terpakai. Pasalnya, hingga saat ini, masih adaĀ guru HonorerĀ yang sudah diangkat jadiĀ PPPkĀ tapi belum digaji.
“Disini saya sangat tegas mempertanyakan penggunaan dana 157 miliar larinya kemana. saya tegaskan sore ini, kapan Pemprov membuka formasi kalau tidak petisi ini jangan dilarang, lanjutkan demi masa depan kalian (honorer),” tegasnya.
Untuk itu, lanjut Anita, mendesak PemprovĀ NTT agarĀ honorer Ā yang lolos passing grade tersebut segera diangkat dan gunakan kouta sebanyak-banyaknya dari pusat untuk membantu para tenagaĀ honorer.
“Harusnya itu diangkat, kita tu butuh ambilĀ kuotaĀ sebanyak-banyaknya dari pusat. Kurang dana, minta! Presiden yang janji, ya tepati dong janjinya. kita ini kekuranganĀ guru Harusnya pemerintah Provinsi buka sebesar-besarnyaĀ formasi kalau tidak jangan ancamĀ guru honorer,” tandasnya.
Secara langsung, tegas Anita, kadis P dan K Provinsi NTT, Linus Lusi agar tidak bermain – main dengan merehkan persoalan tersebut.pasalnya, ini menyangkut hak orang banyak khususnya guru Honorer.
“Kalau Pak Kadis tidak bisa melanjutkan keinginan mereka, ya jangan ancam-ancam mereka, ingat Pak kedaulatan ada di tangan rakyat.” Tegasnya.
BACA JUGA:
Bencana Gunung Bergeser di NTT Menggusur Etika dan Keadilan Sosial
Sani Asa: Gubernur NTT, Tanpa Prestasi Penuh Prestise
Instruksi Gubernur NTT Siswa Masuk Jam 5 Pagi Akhirnya Dirubah
Anita mengaku, selaku wakil Rakyat yang menduduki komisi X yang membidangi Pendidikan tentu sangat merasa rugi akibat tindakan yang dilakukan oleh Pemprov NTT. Anggaran yang diperjuangan !alah tidak digunakan dengan baik.
“saya sebagai wakil rakyat dari NTT, saya merasa rugi. Karena kita perjuangkan anggaran di tingkat pusat untuk 1 juta guru honorer, tetapi diisi oleh provinsi lain kita rugi kan, sedangkan kita NTT inikan kurang guru,” kesalnya.*(Mario).
