Jalan Niki-niki-Oinlasi Putus Total, DPRD Provinsi NTT Dan Komisi III DPRD TTS Hadir Memberi Solusi
Diterbitkan Jumat, 3 Februari, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, TTS – Akibat hujan yang berkepanjangan maka terjadilah longsor yang mengakibatkan akses jalan dari Niki-Niki menuju Oinlasi dan kecamatan lainnya putus total dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat.
Peristiwa alam ini membutuhkan perhatian pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat.
Bencana longsor ini panjangnya kurang lebih 250 meter dan terjadinya di Kolo Nakaf desa Napi kecamatan Kie kabupaten timor Tengah Selatan (TTS) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karena bencana longsor ini terjadi pada jalan provinsi maka hal ini mengundang perhatian Komisi IV DPRD Provinsi NTT yang di dampingi oleh Dinas PUPR provinsi NTT bersama Komisi III DPRD kabupaten TTS yang membidangi Infrastruktur mengunjungi langsung lokasi bencana pada kamis, (2/2/2023).
Rombongan komisi IV dipimpin langsung oleh ketua komisi IV, Merci Piwung, turut serta wakil ketua Komisi IV Vinsen Pata, anggota komisi Nelson Matara, Domi Dama, pendeta Yunus Nausunis, Alex Foenai, Refafi Gah, juga turut hadir kabid PU Binamarga provinsi NTT Adi Mboeik. Ikut juga dalam rombongan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten TTS, Dr.Marten Tualaka,SH,M.Si. anggota komisi III Yupik Boimau, Viktor Soinbala, Mateos Lakapu bersama pegawai Dinas PUPR kabupaten TTS.
Hadir pada lokasi bencana longsor di Kolo Nakaf, camat Kie dan kepala desa Napi serta tokoh adat, pemilik lahan di desa Napi.
Dalam kunjungan kerja komisi IV DPRD Provinsi NTT ke lokasi bencana Kolo Nakaf tersebut ketua komisi IV DPRD Provinsi NTT Merci Piwung mengatakan bahwa kehadiran nya di lokasi kejadian tersebut untuk mencarikan solusi secepatnya.
“Kehadiran kami di lokasi bencana untuk melihat langsung dan mencarikan solusi dan setelah kami melihat langsung maka kami berkoordinasi dengan kabid PU Binamaraga untuk membuat jalan alternatif atau pekerjaan jangka pendek maka jawabannya bisa dikerjakan secepatnya namun kendala yang kami hadapi adalah proses pembebasan lahan masyarakat ” ujar nya
Sementara itu ketua Komisi III DPRD TTS, Marten Tualaka mengatakan pihaknya berupaya mencarikan solusi sementara agar kegiatan transportasi masyarakat bisa tetap berjalan.
“hari ini semua lengkap yaitu komisi IV DPRD Provinsi dan komisi III DPRD TTS yang membidangi Infrastruktur, dinas PUPR provinsi dan PUPR Kabupaten, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, tokoh adat dan pemilik lahan pada lokasi bencana longsor. Sehingga solusi kami tawarkan dan kita sepakati bersama tidak berubah ketika kami kembali. Karena ada dua hal yang harus dilakukan yaitu penanganan jangka pendek dan penanganan jangka panjang. Jangka pendeknya adalah bagaimana kita membuka akses jalan alternatif agar masyarakat bisa lewat agar masalah ekonomi transportasi tidak terputus, sehingga kita membutuhkan kerjasamanya yang baik antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten provinsi bersama pemilik lahan tentang masalah sosial dan pembebasan lahan.” ” kata Marten
Kepala bidang PU Binamarga Provinsi NTT, Adi Mboeik yang konfirmasi media ini pada lokasi bencana menyampaikan kondisi jalan tersebut belum dapat di fungsikan untuk sementara waktu.
“Jalan ini tidak mungkin harus dipergunakan sekarang, oleh karena itu kami dari pemprov akan secepatnya membuka jalan alternatif agar transportasinya tidak terputus seperti ini. Sehingga kami akan berkoordinasi dengan pemda TTS ” Jelas Adi.

BACA JUGA:
Akibat Gempa, Jalan Penghubung Oenlasi-Soe Putus
Aliansi Rakyat Anti Korupsi Desak POLDA NTT Segera Periksa Bupati TTS
ARAKSI Komitmen Kasus PPPK Guru TK PAUD TTS di Bawa ke Ranah Hukum
Perempuan di TTS Tega Sekap Balita di Kamar dengan Kaki-Tangan Terikat, Begini Nasibnya
Sementara itu juga Kepala Desa Napi, Yutum Nombala mengatakan bahwa ” kami pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan tokoh adat untuk melakukan pertemuan bersama dengan para pemilik lahan agar melakukan kesepakatan bersama untuk pembebasan lahan karena pemilik lahan sesungguhnya adalah marga, Soinbala, Manu, Talan, Nesimnasi, Asbanu, Sae dan Snae. Lanjut Yutum, pertemuan ini akan dilakukan secepatnya “Jelas Yutum.
Hadir juga tokoh adat dan pemilik lahan Viktor Soinbala dengan spontan mengajak semua pemilik lahan untuk memikirkan langkah Cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat.
“Saya yang punya lahan secepatnya akan melakukan pertemuan dengan para tokoh adat dan pemerintah desa agar segera membebaskan lahan ini agar dipergunakan untuk membuka jalan alternatif sehingga transportasinya tidak terputus. Karena jika ini dibiarkan terus berlarut maka itu akan membawa dampak yang buruk buat perekonomian masyarakat. Sehingga saya yang punya lahan minta agar jangan ada yang menolak untuk tidak sepakat.” Tuturnya.(*)
