Marak Tambang Emas Ilegal Di Bantaran Sungai Pasaman Barat, Bebas Tak Tersentuh Hukum
Diterbitkan Senin, 2 Januari, 2023 by NKRIPOST
VIDEO: Marak Tambang Emas Ilegal Di Bantaran Sungai Pasaman Barat, Bebas Tak Tersentuh Hukum
NKRIPOST, PASBAR – Kembali maraknya tambang emas ilegal di bantaran sungai aliran Batang Saman bermuara di laut Maligi Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) bebas tak tersentuh hukum.
Setelah viral diberitakan dan ditertibkannya puluhan alat ekskavator penembang emas ilegal di Astra dan Rimbo Jandung beberapa bulan yang lalu, dari investigasi kontributor NKRI post menemukan sedikitnya 25 alat berat aktif melakukan pengerukan dan penyaringan emas dibantaran sungai dikawasan Tombang hilir kecamatan talamau kabupaten Pasaman Barat pekan lalu.
Aktivitas liar ini terstruktur rapi dan diduga melibatkan beberapa oknum institusi negara memperkuat keberadaannya, mulai dari penyedia BBM, lokasi, alat berat hingga uang komando alias uang siluman agar aman.
Menurut MS waraga disana menjelaskan kepada awak media bahwa aktifitas ini sulit ditembus orang asing, karena dari jalan kampung harus menempuh perjalanan kami hingga satu setengah jam dan harus melalui portal yang dijaga informan penambang.
Sementara itu dari investigasi kontributor awak media yang sudah tiga hari dilokasi secara mengendap dapat diketahui bahwa 25 alat berat leluasa mengeruk di kanan dan kiri sungai baik siang maupun malam hari dimiliki oleh RR, ST, SD, UM, JLK, NL, Ucok dari sumut, MAMI dari simpang empat dan SJ masing masing memiliki hingga tiga unit ekskavator.
Adi Batubara selaku aktivis pergerakan dan pemerhati pendidikan diperkumpulan komite sekolah republik Indonesia (KSRI) menilai bahwa pihak kepolisian resort Pasaman barat tidak mampu memberikan edukasi yang baik dalam bentuk penegakan hukum kepada masyarakat dengan adanya aktivitas yang dianggap ilegal tak terkendali saat ini.
Beliau juga mengingatkan kepada pihak kepolisian agar jangan sampai kepercayaan masyarakat semakin pudar atas perannya sebagai penegak hukum yang berkeadilan, masyarakat saat ini semakin tajam menyoroti kinerja kepolisian dipolda berikut polres Pasaman barat yang tidak berkesudahan dalam menangani perkara ilegal mining diwilayah hukum Polres Pasaman barat,
Adi Batubara yang juga konsisten sebagai aktivis pergerakan dan pemerhati sosial di Kontras Republik Indonesia ini memandang bahwa catatan buruk kinerja mantan Kapolres Pasaman barat AKBP Aries yang baru dimutasi ke Polda Riau akan menjadi PR besar bagi penggantinya AKBP Agung, Mengingat komposisi personil baik dipolres dan Polda pada unit krimsus masih tidak berubah secara signifikan.

BACA JUGA:
Pesta Berakhir, Kapolda Sumbar Perintahkan Kapolres Tutup Tambang Ilegal
Tambang Emas di Tebo Ditertibkan Polda Jambi
Pengakuan Ismail Bolong Soal Setoran Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Begini Respons Ferdy Sambo
Kapolsek Talamau AKP Junaidi SH, saat diwawancara awak media dimapolsek talu terkait hal ini, menjelaskan bahwa beliau tidak mengetahui adanya aktivitas penambangan di wilayah hukumnya.
Hal ini juga dipertegas AKP yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Gunungtuleh beberapa tahun silam ini bahwa secara teritorial tombang dan tombang hilir memang diwilayah sektornya, namun beliau mengatakan bahwa tombang hilir tidak memiliki akses jalan dari mako nya, dan Medan yang berat menyisir pinggiran sungai. sementara menurut beliau justru yang mungkinkan koordinasi lebih dekat dengan Kapolsek gunung tuleh sebap dugaan beliau akses masuk ekskavator dari astra menuju lokasi dimaksud.
Kanit tipiter polres Pasaman barat saat disampaikan terkait temuan ini berjanji akan menyampaikan keatasannya, Hal senada juga telah disampaikan dan diminta tanggapannya oleh awak media kekasat Reskrim polres setempat bahkan ke unit tipsus Polda Sumatera barat dan direspon dengan adanya aktivitas Gakkum beberapa hari yang lalu, namun hingga berita ini ditayangkan aktifitas penambangan di tombang hilir semakin meluas terbukti dengan adanya alat masuk dari Rimbo jandung serta diparkiran nya 5 unit lain dikomplek perumahan Astra.
Saat Konfirmasi NKRIPOST ke Kapolda Sumatera barat via pesan WhatsApp terkait langkah tindak lanjut hukum.
“Telah memuai tindakan tegas berupa menurunkan tim – tim yang dipimpin Dir Krimsus dan Kapolres pasbar mendatangi TKS dan melakukan cek legalitas sebagai mana petunjuk dan arahan saya terdahulu.” ungkap Kapolda Sumbar.
kemudian Jendral bintang dua ini juga sedang melakukan langkah proseduaral Gakkum terkait dua alat berat yang beroperasi beserta operator yang terjaring Minggu lalu.
Dipenghujung komunikasi NKRI pos dengan beliau ,Kapolda Sumbar ini menegaskan akan melakukan pengembangan penyidikan kearah boss pemilik alat tambang. *(Tim-red)
