Puluhan Siswa SMA N Lasiolat Ikuti Ujian Sekolah Berbasis Komputer Di Tengah Keterbatasan
Diterbitkan Selasa, 12 April, 2022 by NKRIPOST

Di tempat terpisah, Kepala sekolah SMA N Lasiolat, Drs Tibertius Kutu, ketika di konfirmasi melalui via WhatsApp mengungkapkan, Ia sedikit menggambarkan kilas balik berdirinya, SMA Negeri Lasiolat dari sisi usianya pada bulan Oktober nanti tepat 8 Oktober 2022 baru memasuki usia 4 tahun. Dengan usia seperti itu tentu sekolah memiliki banyak kekurangan baik dari sisi sarana prasarana juga Sumber daya manusia.
Kepala sekolah juga menambahkan para guru SMA Negeri Lasiolat adalah guru pemula yang baru selesai pendidikan langsung terjun ke dalam dunia pendidikan yaitu bagaimana cara membentuk anak – anak yang cerdas, berpikir kreatif, inovatif dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang dari waktu ke waktu terus dibenahi. Dari segi sarana dan prasarana, sekolah masih mengalami kekurangan ruangan sebagai wadah atau tempat membentuk anak – anak yang berpikir cerdas. Bersyukur pada tahun 2020, sekolah mendapat bantuan dari Kemendikbud ristek berupa sarana IT yaitu 13 unit Komputer dan 1 buah server, dan tahun 2021 sekolah mendapat bantuan berupa sarana WiFi dari BAKTI BS.
BACA JUGA:
Berlaku Mulai Bulan Juli 2022, Pancasila Menjadi Mata Pelajaran Wajib Sekolah
Workshop Strategi Kepala Sekolah Tingkatkan Kinerja Guru Di Belu
Lanjut kepala sekolah, Dengan bantuan sarana seperti itu maka memasuki tahun 2022, sekolah bertekad untuk melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Program USBK sudah saatnya dilaksanakan di sekolah dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu :
1. Sudah saatnya SMA Negeri Lasiolat masuk pada tahap Digitalisasi Pendidikan yaitu anak – anak diikutsertakan untuk memanfaatkan IT sebagai media pembelajaran yaitu sebagai sumber menimba ilmu.
2. Sudah saatnya SMA Negeri Lasiolat harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tekhnologi IT yang tidak bisa dicegah.
3. Mendidik dan melatih siswa untuk lebih berpikir kritis, efektif dan efisien karena soal – soal Ujian sudah dipaketkan dalam sistem Aplikasi dan dengan batas waktu yang diberikan peserta ujian harus lebih bertindak secara cepat.
4. Menghemat waktu dalam proses pelaksanaan ujian
5. Hasil ujian setiap mata pelajaran menjadi lebih cepat sehingga mampu mengurangi human eror dan lebih akurat yaitu peserta ujian begitu selesai ujian bisa langsung ketahui hasil ujiannya.
6. Lebih menghemat waktu, anggaran dan tenaga, Tutup Drs Tibertius Kutu, Selaku kepala sekolah
( * Mau / Alumni Smanlas17*)
