KPK-APP Kalsel Datangi Kejati, Aliansyah: Meminta Titik Terang
Diterbitkan Selasa, 8 Februari, 2022 by NKRIPOST
NKRI POST, BANJARMASIN – Kelompok Pemerhati Kinerja dan Aparatur Pemerintah Parlemen (KPK-APP) Kalsel dan Forpeban Kalsel serta DPD Pemuda Islam Kalsel kembali menyampaikan aspirasi terkait pelaporan pembubaran massa yang sudah berproses selama 1 tahun dari (01/02/2021) belum juga ada titik terang. Hal ini disampaikan Ketua KPK-APP Kalsel di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Jl. D.I. Panjaitan Banjarmasin, Selasa (08/02/2022) pagi.
Kemarin kami berkonsultasi, ada banyak petunjuk diberikan jaksa yang ujung – ujungnya belum termasuk unsur pidana dan berharap pihak kejaksaan jangan menjadi alat kelompok – kelompok tertentu serta juga meminta pihak kejaksaan mendorong agar kasus ini cepat selesai.
“Kasusnya sudah setahun, ini memalukan. Kasus yang sudah bertahun – tahun menandakan pihak aparat hukum di banua ini tidak bekerja,” ucap Aliansyah Ketua KPK-APP Kalsel.
Aliansyah menambahkan, PT. Anjawara perusahaan tambang batu bara yang kembali bekerja padahal itu sudah di police line oleh Bareskrim Polri tetapi masih dikerjakan ini merupakan pelecehan terhadap hukum di banua. Sebelumnya, Jurkani korban penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Belum kering lagi kubur lagi saudara Jurkani, kembali PT. Anjawara dijarah oleh mafia – mafia hukum. Dimana aparat hukum di banua, apa yang mereka kerjakan selama ini,” ungkapnya.
BACA JUGA:
KPK – APP Gelar Aksi Perjuangkan Nasib Buruh Tambang, Polda Kalsel Langsung Tindak Lanjuti Jalan Yang Di Portal
Ia juga meminta laporan para LSM yang ada di Kabupaten Tanah Laut dengan adanya dugaan korupsi pimpinan dan anggota berjamaah agar segera di tindaklanjuti.
“Jangan 86 terus kasusnya, malu kita sebagai masyarakat banua. Karena kasus yang kami laporkan di Kejaksaan hampir selalu tidak ada kabarnya,” tegas Aliansyah Ketua KPK-APP Kalsel. (YUSI)
