NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Bupati Suharti Bur Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga Dan Lingkungan Di Sumbar

BAGIKAN :

Video Bupati Padang Pariaman, Suharti Bur SE MM Gelar Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga Dan Lingkungan Di Sumatera Barat

Nkripost, Padang Pariaman – Bupati Kabupaten Padang Pariaman Suharti Bur, SE.,MM bersama Kementrian Perlindungan Perempuan dan Anak menyelenggarakan sosialisasi pemenuhan hak anak atas pengasuhan, keluarga dan lingkungan di

Sumatera Barat.

Dalam acara itu, beliau berkesempatan menyampaikan beberapa hal terkait pendewasaan usia perkawinan (Keluarga Berkualitas, Sehat, dan Bahagia)

BACA JUGA :

Kegiatan Seni Budaya Desa Sikapak Timur Kota Pariaman

 

Tema yang beliau angkat dalam sosialisasi tersebut adalah Menuju Keluarga Berkualitas, Sehat, dan Sejahtera.

Poin pertama yang beliau sampaikan adalah mengenai keluarga. Menurut penuturannya, terbentuknya suatu keluarga adalah karena adanya suatu ikatan batin yang sungguh-sungguh antara pria dengan seorang wanita yang diwujudkan dalam suatu perkawinan.

Dalam UU No.11 Tahun 1974 tentang perkawinan :
(Pasal 1)
Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kapan sebaiknya menikah ?

Menurut UU No.16 Tahun 2019 sebagai perubahan atas UU No.1 Tahun 1974 tentang perkawinan terkait batas usia menyebutkan batas usia perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu 19 tahun. Berbeda dengan UU sebelumnya yang memiliki batas usia perkawinan laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

BACA JUGA :

Yasaba Foundation, Pusat Rehabilitasi LGBT dan Konseling Umat di Kota Padang Sumatera Barat

 

Sedangkan menurut BKKBN batas usia perkawinan untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

Selain itu, beliau juga mengatakan dalam Islam sendiri menikah merupakan sunah rasul dan tidak disebutkan berapa batas usia ideal untuk perkawinan, namun sudah harus mencapai umur baligh.

Mengutip dari sebuah hadis beliau menyampaikan, “Wahai pemuda ! Siapa saja diantara kalian yang sudah mampu maka menikahlah, karena pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Jika belum mampu maka berpuasalah, karena berpuasa dapat menjadi benteng (dari gejolak nafsu).” Hadis Riwayat Al Bukhari dan Muslim.

Adapun poin kedua yang beliau sampaikan adalah berkaitan dengan Pengaruh Usia Perkawinan Terhadap Kehidupan Keluarga Sejahtera, yaitu:
Pertama, kematian ibu.
Banyak penelitian telah membuktikan bahwa ibu yang melahirkan di bawah usia 20 tahun mendatangkan resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang melahirkan pada umur. 20-30 tahun.

Kedua, kematian bayi.
Bayi yang lahir dari ibu muda (usia kurang 20 tahun), lebih sering mengalami kejadian prematuritas yaitu lahir sebelum genap umur kandungannya, kebutaan, ketulian, dan lainnya.

BACA JUGA :

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Desa Apar Kota Pariaman Bersama Menparekraf

 

Ketiga, hambatan-hambatan persalinan.
Pendarahan yang banyak, kurang darah, dan keracunan.

Berikutnya beliau juga menyampaikan tentang Keluarga Berkualitas.

“Keluarga berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

Keluarga adalah wadah pertama dan utama dalam pembentukan watak, kepribadian, serta kemandirian manusia. Pasalnya, dalam kekuarga terbangun fungsi sosial, keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, hingga pemahaman hak reproduksi.

Di sela-sela acara tersebut Bupati juga menjelaskan bagaimana cara memupuk agar terbentuk keluarga berkualitas, yaitu:
Memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memahami tugas masing-masing, saling menjaga satu sama lain, saling mencurahkan perhatian, selalu bersyukur kepada Allah, saling memaafkan, dan memupuk kesabaran.

Poin berikutnya, beliau menjelaskan mengenai Keluarga Sehat Sejahtera.
Ciri-ciri keluarga sehat yaitu sehat badan dan sehat jiwa, terpenuhinya makanan bergizi, terciptanya lingkungan bersih, interaksi sesuai etika dan hukum.

BACA JUGA:

Merespon Kesulitan Saat Pandemi Ala Neuro Semantics

 

Ciri Keluarga Sejahtera
Yaitu hidup makmur, dalam kelompok teratur, bebas dari penyakit, tidak ada gangguan, menyenangkan.

Terakhir, beliau menyampaikan Tips untuk menjaga agar hidup menjadi sehat yaitu menyusun menu sehat, menyediakan suplemen kesehatan yang dibutuhkan, menjaga kebersihan rumah, mengingatkan anggota keluarga tentang 5M, berolahraga bersama, menjaga asupan air, .memiliki instrumen proteksi agar semua tenang dan terlindungi.

NKRI Post Kabupaten Padang Pariaman

Diterbitkan Pada Agustus 31, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami
%d blogger menyukai ini: