Andang Wahyu Triyanto, Ketua DPC PDI Perjuangan: Pemimpin Harus Bisa Mengemban Sifat Hasta Brata
Diterbitkan Rabu, 11 Agustus, 2021 by NKRIPOST
NKRIPOST.CO, JEPARA – Pemimpin cerdas itu, bertanggung jawab, jujur, dapat dipercaya, inisiatif, konsisten, tegas dan lugas. Karakter seperti itu merupakan kunci penentu dalam keberhasilan untuk membawa berkah bagi seluruh rakyat.”Ojo Adigang, Adigung, Adiguna” dapat menjaga kelakuan, jangan sombong dengan kekuatan, kedudukan, ataupun latar belakang, tetap rendah hati dan membumi.
Konflik yang semakin meruncing antara bupati Jepara Dan Kristiandi S.Sos dan Sekda Jepara, Edy Sujatmiko, S.Sos, MM, MH hingga berbuntut pada pembebasan sementara Sekda Jepara, akhirnya memantik perhatian DPC PDI Perjuangan Jepara, satu-satunya partai pengusung pasangan Ahmad Marzuqi – Dian Kristiandi.
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Jepara, Andang Wahyu Triyanto, SE, MM dalam filosofi Jawa, seorang pemimpin harus bisa ngayomi, ngayemi dan bahkan ngayani orang-orang yang dipimpinnya. “Pemimpin harus dapat melindungi, membuat senang serta mendatangkan kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya, termaksud warga masyarakat,” ujarnya.
“Karena itu ada filosofi kepemimpinan Hasta Brata yaitu model kepemimpinan yang berasal dari unsur alam yaitu bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan dan bintang. Intinya adalah perilaku dan tindakan seorang pemimpin untuk mengendalikan diri agar dapat melayani orang-orang yang dipimpinnya untuk maju dan berkembang,” ujar Andang Wahyu Triyanto.
Menurut Andang, dalam kosep pengembangan kepemimpinan itu seorang pemimpin dituntut mampu memberi perlindungan kepada staf dan pegawai yang berada dibawah tanggung jawabnya. Juga memberikan perlindungan kepada masyarakat dengan memberikan rasa aman, tenteram sehingga dapat bekerja dan berusaha dengan nyaman.
Jika seorang pemimpin mau dan mampu mengembangkan kepemimpinan seperti Hasta Brata, maka ia akan menjadi pemimpin yang selalu dirindukan oleh orang-orang yang dipimpinnya. Sebab ia tidak akan tampil sebagai pemimpin yang egois, yang hanya bekerja untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Menurut Andang, hal lain yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin adalah kesediannya untuk terus belajar, berkomunikasi, koordinasi, kolaborasi dan selalu melakukan introspeksi diri. “Termasuk belajar mengelola pemerintahan yang memiliki banyak aturan, norma, etika dan juga sistem yang telah terbangun baik,” ungkap anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan ini.***
NkriPost – Purnomo.
