NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kasus Kapolres Aniaya Anggota Hingga Babak Belur Di NTT, Begini Akhirnya

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 29 Januari, 2023 by NKRIPOST

Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto (kanan) berpelukan dengan Bripka Samsyulrizal

NKRIPOST, NTT – Kasus kekerasan fisik yang dilakukan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Felli Hermanto terhadap anggotanya Brigadir Polisi Kepala Samsyulrizal hingga terluka dan dirawat di rumah sakit Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, berakhir damai.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.00 Wita keduanya sudah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Polisi Ariasandy dikutip Antara, Sabtu (28/1/2023).

Kabid Humas menyampaikan hal itu berkaitan perkembangan kasus dugaan tindak kekerasan fisik yang dilakukan Kapolres Manggarai Barat terhadap salah satu anggotanya beberapa hari lalu.

Menurut Ariasandy, AKBP Felli Hermanto sebagai kapolres menyatakan bertanggung jawab terhadap seluruh personel di Polres Manggarai Barat, baik menyangkut kesiapan personel, disiplin, kebersihan maupun keamanan markas,

“Jadi, sebagai komandan jaga pos pelayanan harus peka dan tanggap dengan keadaan markas, termasuk rumah jabatan kapolres. Jika melaksanakan tugas koordinasi anggota untuk selalu siap siaga dalam pelaksanaan tugas di pos pelayanan,” katanya Kabid Humas mengutip pernyataan Kapolres Manggarai Barat.

Felli Hermanto secara pribadi sudah meminta maaf kepada Bripka Samsyulrizal atas tindak kekerasan yang terjadi beberapa hari lalu.

Bripka Samsyulrizal juga sudah bertemu dengan Kapolres Manggarai Barat serta meminta maaf dan mengakui bahwa kasus itu terjadi karena kesalahannya.

Dalam keterangan tertulisnya, Samsyulrizal mengatakan bahwa dirinya yang meminta maaf kepada kapolres sebagai orang tua.

“Kapolres adalah orang tua kami seluruh anggota,” ujarnya.

Samsyulrizal juga mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan kapolres sangat wajar karena dirinya sebagai anggota atau bawahan telah melakukan kesalahan.

BACA JUGA:

Anggota Polisi Tembak Warga NTT Hingga Tewas, Ini Kata Kapolda

3 Anggota Polisi Di Keroyok 8 Preman, Tembakan Peringatan Tak Di Gubris

Kasus Oknum Polisi Tembak Polisi, Aipda A Karnain Ditembak Mati Di Depan Anak Istri

Sebelumnya, kasus tersebut bermula dikutip dari Detikbali, Anggota Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bripka Samsul Risal mengaku dianiaya hingga babak belur oleh atasannya Kapolres Manggarai Barat AKBP Felli Hermanto, Kamis (26/1/2023). Penganiayaan itu dilakukan di pos jaga Polres Manggarai Barat sekitar jam 09.00 Wita.

Penyebabnya diduga karena masalah keran air. Selain dirinya, Risal menyebut sekitar enam anggota polisi lainnya di pos jaga juga dipukul Kapolres, tapi kondisinya tak separah yang dialaminya.

Risal mengaku tiga kali dihajar Kapolres hingga harus dilarikan ke RS Siloam Labuan Bajo. Pertama dipukul di rahang kanan, kedua ditendang di dada kiri, dan terakhir dipukul di bagian mulut.

Ia mendapat pukulan pertama usai ajudan Kapolres menanyakan kepada Risal siapa orang yang membuka keran air. Tak berselang lama, Felli muncul memukul rahang kanannya.

Felli datang dari rumah dinasnya yang hanya dipisahkan tembok pembatas dengan pos jaga Polres. Antara rumah Dinas Kapolres dan pos jaga terdapat sebuah pintu kecil

“Ajudan tanya saya siapa yang buka air, saya bilang saya tidak tahu, air apa. Setelah itu tiba-tiba datang Kapolres pukul saya. Dipukul di rahang kanan saya. Setelah itu bapak maju ke depan pukul semua yang ada di pos itu,” ungkap Risal.

Felli memakai seragamnya saat memukul Risal. Hanya saja bajunya masih terbuka, hanya bagian kiri yang sudah dimasukkan ke dalam lengannya.

“Yang pertama dia pukul saya itu baju masih dalam satu lengan kiri masuk, belum pakai semuanya. Baju dalamnya ada, baju dinasnya masuk satu lengan,” ungkap Risal.

Usai memukul Risal, Felli sempat masuk ke rumahnya. Tak berselang lama ia kembali ke Pos Jaga, menendang lagi Risal di dada kiri dan memukul di bagian mulutnya. Saat itu Felli sudah berseragam lengkap.

“Pakaian lengkap sudah di kiri kanan, keluar dari rumah itu dia pukul kami, pukul saya,” ujar Risal.

Saat mendapat tendangan dan pukulan itu, Risal jatuh tersungkur. “Pertama tendang kemudian pukul saya sampai saya jatuh tergeletak. Dipukul langsung jatuh di mulut dengan rahang ini, tendang di dada kiri. Yang ketiga dipukul pas di mulut saya, bengkak sebelah kiri. Ada pecah dalam semua,” ungkap Risal.

Setelahnya Risal berniat langsung membuat Laporan Polisi ke Polres Manggarai Barat. Namun, kondisi kesehatannya saat itu tak memungkinkan untuk membuat Laporan Polisi (LP). Risal langsung dilarikan ke RS Siloam untuk mendapat perawatan.

“Saya tidak bisa bertahan lagi, pandangan saya berputar. Langsung saya tidur nggak bisa ngapa-ngapain. Langsung saya diantar oleh pak Kasat saya (Kasat Sabhara) ke rumah sakit,” ujar Risal. (Tim)

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved