NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Ternak Babi Hingga Olahannya Dilarang Masuk Flotim

Listen to this article

Diterbitkan Rabu, 18 Januari, 2023 by NKRIPOST

Ilustrasi : Ternak Babi Hingga Olahannya Dilarang Masuk Flotim

NKRIPOST, FLORES TIMUR – Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali dipaksa harus mengambil langkah tegas menyusui peristiwa virus African Swine Fever (ASF) atau atau demam babi Afrika yang kembali menyerang puluhan ekor ternak Babi di Kabupaten Flores Timur.

Diketahui peristiwa yang sama juga pernah terjadi pada dua tahun silamĀ  yang mengakibatkan ribuan ekor Babi di Kabupaten Flores Timur mati terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Menghindari hal tersebut kembali terjadi, Pemerintah Kabupaten Flores Timur resmi melarang masuknya babi hidup, daging babi, hingga berbagai olahan babi seperti sei, sosis, kerupuk kulit, dan lainnya.

“Untuk memasukkan ternak babi maupun hasil olahan kami larang dulu, ada instruksi gubernur juga,” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur Sebas Sina Kleden disitat dari Detikbali, Rabu (18/1/2023).

Kadis Perkebunan dan Peternakan mengatakan larangan itu sudah tertuang dalam surat tertanggal 16 Januari 2023. Selain melarang distribusi daging babi sakit ataupun mati akibat sakit, para peternak juga dilarang memberi makan ternak babi dari sisa-sisa makanan atau bekas cucian yang mengandung babi.

Diketahui, 30 ekor babi di Flores Timur mati dalam sebulan terakhir. Beberapa di antaranya terjangkit virus ASF. Babi yang mati itu merupakan bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk tiga kelompok peternak di Flores Timur.

Total babi bantuan tersebut sebanyak 50 ekor dan dikirim dari Bali melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar. Babi itu mulai mati sehari setelah tiba di Flores Timur.

Kini 20 ekor babi yang masih hidup sedang dikarantina untuk mencegah penularan virus meluas terhadap babi lokal di sana. “Kami isolasi, karantina sisa babi yang 20 ekor itu dan lakukan pencegahan kepada babi-babi lokal di sini,” kata Sebas.

BACA JUGA:

Polemik Tanah Eks Kimpraswil Flotim, Pimpinan DPRD Desak Pemda Tidak Perkeruh Situasi

Heboh Rumah Makan Nasi Padang Babi di Jakarta, Dikecam Anggota DPR Hingga Gubernur Sumbar

Polres Flotim Tangkap Pencuri Motor, Miris Pelaku Bocah Di Bawah Umur

Pemerintah Kabupaten Flores Timur Kata Sebas Sina Kleden juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk memperkuat bio security terhadap para anak babi yang sedang dipelihara.

“Kami juga membunuh beberapa ekor babi yang sudah sakit-sakit dan positif supaya mencegah penularan kepada babi lain, sedangkan yang sehat kita kasih vitamin,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara memperkuat bio security dan memperhatikan pakan yang digunakan sehingga terhindar dari serang virus ASF.

“Kami juga mendirikan pos-pos pemantau lalulintas ternak di perbatasan kabupaten Flores Timur maupun yang lewat jalur laut,” pungkasnya. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460 Ā 
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved