Sanggar Seni Putro Wahyu Kencono Gelar Pertunjukan Tarian Ebeg, Lestarikan Budaya Lewat Kesenian Lokal
Diterbitkan Senin, 31 Oktober, 2022 by NKRIPOST
VIDEO: Ebeg Putro Wahyu Kencono Gelar Pertunjukan Tarian Di Padati Penonton
NKRIPOST, BANYUMAS – Sebagai upaya melestarikan budaya dan kesenian lokal, Sanggar Seni Ebeg Putro Wahyu Kencono menggelar seni pertunjukan Ebeg Banyumasan di Tipar Ajibarang, Banyumas Jawa Tengah pada hari Minggu (30/10/2022) kemarin.
Sanggar Seni di Bawah Pimpinan Kidalang Rasito dengan Dewan pembina H. Sabar Santoso, Ebeg Putro Wahyu Kencono menggelar Pertunjukan kesenian Ebeg Banyumasan dalam rangka memberikan hiburan menarik bagi masyarakat karena keunikannya.
Pasalnya, Ebeg sebenarnya menjadi kesenian lokal yang terancam keberadaanya. Modernitas serta gaya hidup membuat anak muda jaman sekarang semakin sedikit yang mengetahui dan mendalami kekayaan kesenian lokal tersebut.
Dewan Pembina Ebeg Putro Wahyu Kencono, H. Sabar Santoso mengatakan Pertunjukan kesenian Ebeg Banyumasan harus terus di lakukan agar semakin banyak masyarakat umum, khusunya generasi milenial yang tertarik untuk melestarikan Kesenian Ebeg.
“Ebeg, kesenian tradisional Banyumasan harus terus dipertahankan agar tidak dilupakan dan punah dikikis perubahan zaman.” Pungkasnya.

BACA JUGA:
Bacaleg Nasdem Sosialisasi Gelar Budaya Wayang Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Masyarakat Kemak Desa Sadi Antusias Sambut Festival Budaya Sanu Pesa Tatar.
Cerita Dibalik Mangkuk Ayam Jago yang Tampil di Google Doodle
Pertunjukan Ebeg menggambarkan kegagahan prajurit berkuda. Mereka melakukan berbagai atraksi kemahiran seakan menunggang kuda.
Masyarakat luar Banyumas menamainya dengan jathilan, kuda kepang atau kuda lumping di daerah lain.Tetapi masyarakat Banyumas dan sekitarnya menyebutnya sebagai Ebeg.
Kesenian ini lekat dengan istilah ‘mendem’. Kata ‘mendem’ di sini maksudnya adalah kondisi tidak sadarkan diri.

Para penari Ebeg biasanya menari dalam kondisi kesurupan atau tidak sadarkan diri. Mereka menari sambil mengikuti alunan irama musik gamelan.
Dengan diselenggarakannya pentas Ebeg Banyumasan diharapkan para warga khususnya di Banyumas mendapat semangat baru untuk terus berkarya dalam bidang kesenian lokal khususnya Ebeg.
Banyak masyarakat Banyumas yang tumpah ruah menghabiskan waktu mereka bersama sanak keluarga melihat Ebeg Banyumasan.(TIM)
