NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

ISMI: Bahtiar Visioner Dalam Pembangunan Ekonomi, Paling Layak Jabat Pj Gubernur DKI

Listen to this article

Diterbitkan Kamis, 6 Oktober, 2022 by NKRIPOST

Parwis, Sekum ISMI Orda DKI Jakarta

NKRIPOST, JAKARTA – Sesuai dengan Undang- Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, DPRD DKI Jakarta telah mengajukan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah kepada kemendagri.

Posisi strategis DKI Jakarta sebagai Ibukota membuat ada kebijaksanaan tersendiri yang mana kemendagri bersurat kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk memberikan tiga nama juga.

DPRD DKI Jakarta telah selesai memutuskan rekomendasi 3 ( tiga ) nama sebagai kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta pada Sidang Paripurna beberapa waktu yang lalu.

Dari sisi DPRD DKI, tiga kandidat Pj Gubernur DKI yang terpilih adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Berdasarkan mekanisme yang ditempuh Kemendagri belakangan ini, tiga usulan kandidat Pj gubernur dari DPRD provinsi bakal disandingkan dengan tiga usulan kandidat dari Kemendagri. Namun sampai saat ini nama-nama yang menyeruak ke publik tetaplah tiga nama yang sudah diajukan sebagai usulan dari DPRD DKI Jakarta.

Sejumlah kalangan khawatir polarisasi politik yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 menyeruak kembali jelang Pemilu Serentak 2024. Polarisasi politik di Jakarta yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat dikhawatirkan bisa mengganggu momentum pemulihan ekonomi pasca hantaman pandemi Covid-19. Mengingat Jakarta merupakan barometer politik nasional.

Kekhawatiran itu muncul salah satunya dari Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Orda DKI Jakarta melalui Parwis Nasution saat ditemui awak media di Tebet Jakarta selatan, Kamis (6/10/2022).

Sebagai pelaku usaha yang juga sedang melakukan pembinaan UMKM di Jakarta tentunya menginginkan situasi Jakarta yang ramah terhadap pelaku usaha.

“Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan yang akan habis masa jabatannya pada 16 Oktober 2022, haruslah sosok yang netral, tidak terafiliasi kelompok politik tertentu sehingga mampu meredam polarisasi politik dan konflik akibat politik identitas. Situasi Politik yang kondusif akan menunjang kegiatan ekonomi secara positif sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai”. Katanya.

BACA JUGA:

FPPJ: Bahtiar Sosok Ideal Pj Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Bahtiar Diyakini Bisa Menjaga Kenyamanan Iklim Usaha Di DKI Jakarta

Kahar, Presidium SDI: Bahtiar Sosok Figur Yang Pas Sebagai Pengganti Anies

Parwis menambahkan bahwa Pj Gubernur DKI Jakarta harus figur yang netral, tidak sibuk dengan urusan-urusan politik praktis, sehingga bisa lebih fokus mengurus masyarkat Jakarta.Diperlukan sosok pemimpin yang punya pengalaman dan kemampuan komunikasi yang baik dengan semua pihak.

“ Dari tiga sosok yang muncul, saya melihat Pak Bahtiar punya pengalaman lebih banyak dibandingkan dengan yang lain, Bahtiar memiliki kemampuan berkomunikasi soal politik yang mana pernah dipercaya menduduki jabatan yang berkaitan dengan ormas dan partai politik, yakni sebagai Kasubdit Ormas, Direktur Poltik Dalam negeri yang melayani parpol. Selain itu Kemampuannya dalam berkomunikasi dan punya hubungan baik dengan jurnalis, mendapat pengakuan Mendagri Tjahjo Kumolo (almarhum) yang menunjuknya sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri. Beliau ini juga sangat fasih mengurus daerah, ‘networking’ yang luas dengan akademisi, dengan intelektual, LSM, media, serta Lembaga lainnya” Kata Parwis menjelaskan.

Selain lugas secara politik, Parwis menyampaikan bahwa bahtiar visioner dalam pembangunan ekonomi disuatu wilayah. Hal itu dibuktikan Sewaktu menjadi Pj Gubernur Kepri, Bahtiar sukses mencanangkan kembali pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan. Bahtiar mampu mengeksekusi dalam waktu singkat proyek prioritas nasional tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa Perairan wilayah Kepri itu berhadapan langsung dengan wilayah internasional, sehingga diperkirakan bisa menggerakkan ekonomi baik di wilayah sekitar juga menunjang ekonomi nasional. Jembatan itu akan menyambungkan ekonomi kawasan Batam dan Bintan. Sehingga, fasilitas free trade zone (FTZ) bisa dinikmati seluruh pulau, dari Kota Tanjungpinang sampai ujung Bintan.

“ Tidak banyak pejabat di Indonesia yang visoner salah satunya dibidang ekonomi dan bisnis, kemampuan serta pengalaman bahtiar dalam melihat potensi ekonomi di Kepulauan Riau, akan sangat berguna bagi kita para pelaku usaha juga pengusaha di Jakarta. Kita membutuhkan Pemimpin yang mampu mengelola Jakarta yang dikenal sebagi Pusat Bisnis Nasional maupun sebagai gerbang bisnis Indonesia secara internasional. Dan Bahtiar dalam pandangan saya punya kapasitas serta pengalaman untuk itu” Pungkas Parwis.(**)

VIDEO REKOMENDASI:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved