NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

KOPINUS: Wajar, Gelar Raja Timor untuk Jokowi 

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 2 Agustus, 2026 by NKRIPOST

Adv. Antonius Ananias Aty Boy S.H

NKRIPOST JAKARTA – Ketua Umum Korps Pasgibra Nusantara (KOPINUS), Antonius Ananias Aty Boy, menilai penganugerahan gelar adat “Raja Timor” kepada Presiden ke-7 RI Ir. H. Joko Widodo oleh para raja-raja di Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan hal yang wajar dan mencerminkan jati diri masyarakat NTT.

“Ini wajar. Ini bukti karakter asli orang Timor, khususnya NTT. Kita tidak akan pernah bisa melupakan jasa orang lain. Pak Jokowi 10 tahun memimpin, jejaknya nyata sekali di NTT,” tegas Aty Boy dalam keterangannya, Jumat (1/8/2026).

Menurut Aty Boy, selama menjabat 2014-2024, perhatian Presiden Jokowi ke NTT sangat intens dan tidak hanya sebatas kunjungan seremonial.

“Fokus utama beliau di NTT adalah menyelesaikan persoalan air dan konektivitas. Karena kita tahu NTT daerah curah hujan rendah. Tanpa air tidak ada pertanian, tanpa jalan tidak ada ekonomi,” ujarnya.

BACA JUGA:

PULANG KAMPUNG!: Jokowi Diteriaki Warga Saat CFD di Kupang, Bagikan Baju Gratis

Beberapa karya besar Presiden Jokowi di NTT selama 10 tahun:

1. BIDANG SUMBER DAYA AIR: “KUNCI KEMAKMURAN NTT ADALAH AIR”
Pemerintah membangun 4 bendungan besar di NTT:
1. Bendungan Raknamo – Kupang. Groundbreaking 20 Des 2014, diresmikan 9 Jan 2018
2. Bendungan Rotiklot – Belu
3. Bendungan Napun Gete – Sikka, Flores
4. Bendungan Temef – TTS. Dibangun 2017-2024, biaya Rp2,7 T. Luas genangan 298 Ha, tampung 45 juta m3 air. Mengairi 4.500 Ha sawah dan mereduksi banjir TTS & Malaka. Diresmikan 2 Okt 2024

Presiden Jokowi sendiri menegaskan: _”Kunci kemakmuran di NTT adalah air. Tanpa air jangan membayangkan provinsi kita NTT ini akan makmur dan sejahtera”_

Total 7 bendungan diprogramkan 2015-2019 dengan biaya Rp5,9 T. Ditambah program 5.500 embung se-Indonesia.

2. BIDANG INFRASTRUKTUR & KONEKTIVITAS
1. Jalan Trans NTT: Percepatan pembangunan jalan nasional & daerah. Okt 2024 Jokowi resmikan 27 ruas jalan di Kota Kupang secara simbolis
2. Penataan Kawasan Kota Kupang: Diresmikan 24 Maret 2022
3. PLBN Napan: Diresmikan 2 Okt 2024 di TTU
4. Bandara: Perluasan Bandara Komodo Labuan Bajo ditinjau & diresmikan

3. BIDANG PARIWISATA: KEK LABUAN BAJO “BALI BARU”
– Terminal Multifungsi Pelabuhan Labuan Bajo – diresmikan 14 Okt 2021
– Penataan Kawasan: Puncak Waringin, Goa Batu Cermin, Kawasan Marina
– Penataan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo
– Sistem Pengelolaan Sampah Warloka

4. BIDANG KESEHATAN, PENDIDIKAN & SOSIAL
1. Penurunan Stunting: Ditinjau di TTS saat kunjungan 2022
2. Kampus Politeknik Aloysius Benedictus Mboi – Belu, diresmikan 2022
3. RSUD Kefamenanu – TTU, dikunjungi 2 Okt 2024
4. Sertifikat Tanah: Penyerahan 2.500 sertifikat di Labuan Bajo 2020. Bantuan pangan & cek gudang Bulog 2023
5. Bantuan Modal Kerja UMKM: Diberikan di Labuan Bajo 1 Okt 2020.

Korps Pasgibra Nusantara (Kopinus)
Korps Pasgibra Nusantara (Kopinus)

BACA JUGA:

Raja Se-Pulau Timor Nobatkan Jokowi Jadi Raja Timor, Gelar Adat Tertinggi dari Masyarakat NTT

Bukti Nyata: Desa Sadi, Belu Berubah Total
Aty Boy mencontohkan perubahan yang ia rasakan langsung di kampung halamannya, Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

“Sejak Indonesia merdeka sampai sebelum era Jokowi, masyarakat di Sadi, jangankan listrik dan jalan aspal. Mau jual hasil bumi ke pasar saja harus lewat sungai. Kalau musim hujan banjir,” ceritanya.

“Ketika Pak Jokowi jadi Presiden, Desa Sadi dapat listrik, jalan aspal lewat program Jalan Sabuk Merah, dan dibangun Jembatan Weutu. Dulu ke Pasar Atambua berjam-jam jalan kaki. Sekarang dari Sadi ke Bandara Haliwen cuma 10 menit pakai motor,” lanjutnya.

Pria kelahiran Desa Sadi, Belu ini juga menyoroti kedekatan emosional Jokowi dengan NTT.

“Pak Jokowi sangat sering ke NTT. Beda dengan hari ini. Contoh, Pak Prabowo sudah hampir 2 tahun dilantik, baru sekali ke NTT. Padahal Kabupaten Belu itu basis suara terbesar se-Indonesia, tapi belum pernah dikunjungi,” ungkapnya.

“Karena itu wajar jika masyarakat NTT merindukan sosok Jokowi. Wajar jika para raja menganugerahkan gelar ‘Raja Timor’. Karena beliau benar-benar hadir, bekerja, dan meninggalkan karya nyata. Dan memang sepengetahuan saya di Pulau Timor tidak memiliki satu raja tunggal, melainkan dipimpin oleh banyak raja tradisional dari berbagai kerajaan kecil.” tutupnya.***

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved