Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies, Gegerkan warga Bena TTS
Diterbitkan Rabu, 11 Februari, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Kasus serangan Gigitan Hewan Penular Rabies kembali terjadi pada senin 9 februari 2026 di dusu satu desa Bena kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur
Menurut seorang saksi mata , sebut saja Meby yang adalah seorang pemuda warga desa Bena yang ditemui awak media NKRI POST dikediamannya membenarkan telah terjadi serangan Gigitan Hewan Penular Rabies dan mengatakan ” benar disini terjadi gigitan Anjing yang membuat kami panik karena ada seekor anjing muncul secara tiba tiba dan langsung menyerang menggigit siapa saja yang dia temui , dalam rumah sekalipun dan ini benar benar menakutkan ” tutur Meby
Pada hari selasa 10 februari 2026 Sesuai penjelasan Meby maka awak media NKRI POST TTS melalui pesan whatsup , menghubungi pihak medis pada Puskesmas Panite , oleh kepala Puskesmas Panite Niczon H Ataupah , SKM menyatakan bahwa ” benar telah terjadi kasus Gigitan Hewan Penular rabies di desa Bena dengan korban berjumlah empat orang warga dengan inisial CB laki-laki umur 72 tahun , NA perempuan umur 56 tahun , ML Perempuan umur 52 tahun , RN Laki-laki umur 42 tahun ” jelas Ataupah Kapus Panite
Selanjutnya saat ditanya awak media tentang tindakan medis apa yang diberikan oleh pihak medis kepada para korban Gigitan Hewan Penular Rabies , kapus panite Niczon H Ataupah , SKM kepada awak madia dijelaskan bahwa ” untuk tindakan medis dilakukan cuci luka di rumah korban dan sesampainya di puskesmas pun dilakukan cuci luka oleh tenaga kesehata ( nakes ) dan juga telah dilakukan vaksin Anti Rabies ( VAR ) ” terang kapus panite.
BACA JUGA:
Seorang warga desa Bena lainnya yang tak mau namanya disebutkan mengatakan ” hewan anjing ini muncul secara tiba – tiba dan tidak diketahui pemiliknya siapa dan diharapkan kepada seluruh warga masyarakat dimana berada untuk selalu berhati – hati bila berpapasan dengan hewan anjing ” tuturnya
Nicson H Ataupah , SKM juga kembali menegaskan bahwa ” untuk dapat memastikan bahwa hewan anjing itu positif Rabies harus diambil sampel otak anjingnya dan dipantau selama 14 hari tapi karena oleh warga masyarakat mematikan anjingnya dengan cara dipukul dan dibakar hangus sehingga sulit untuk dipastikan positif rabies atau tidak ” tutup kepala pusat kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) Panite kecamatan Amanuban Selatan , Kabupaten Timor Tengah Selatan ini**
