Launching Gerakan Pilah Sampah, Dirut RSUD Cibinong : Sampahmu Jadi Tanggungjawabmu
Diterbitkan Sabtu, 2 Agustus, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST BOGOR – RSUD Bakti Pajajaran atau RSUD Cibinong Kabupaten Bogor, adakan launching Gerakan Pilah Sampah sekaligus melakukan senam bersama pada Jumat, (01/08/2025).
Dr. Yukie Meistisia, selaku Direktur Utama (Dirut) RSUD Cibinong mengatakan, saat ini ia berusaha mandiri. Kemudian, sedang menunggu dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor.
“Ini salah satu perjuangan kami untuk membangun pemilahan sampah, kemudian membangun tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Kami sudah bergerak sejak satu tahun yang lalu,” ujar Yukie Meistisia.
Menurut Yukie Meistisia, hal tersebut, merupakan bagian dari visi-misi rumah sakit RSUD Bakti Pajajaran atau RSUD Cibinong.
“Salah satunya adalah Green Hospital. Jadi kami sudah menggaungkan sebuah inovasi yang bernama Lawang Hegar,” jelasnya.
“Jadi tidak berhenti kepada pengolahan sampah saja ya. Baik limbah cair, ataupun limbah B3, tetapi kami juga sudah mengelola sampah domestik,” tambahnya
Yukis Meistisia menuturkan, karena di jajaran RSUD tersebut, harus memiliki tanggungjawab terhadap sampah, karena sampahmu adalah tanggungjawabmu.
“Nah kalau kita kembali lagi ke nama bank sampah. Ini kan identik dengan sebuah pengelolaan yang ada nanti muaranya, jadi mempermudah UPT juga,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sampah Anorganik dan Organik sudah pastinya terpisah, termasuk di bank sampahnya juga.
Nilai ekonomisnya tentu akan diarahkan kepada karyawan dan juga masyarakat yang memang sudah memberikan kontribusi positif.
“Jadi kalau untuk masyarakat, dapat disampaikan juga dengan menabung di bank sampah RSUD Bakti Pajajaran bisa mendapatkan benefit voucher gratis pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Hal tersebur, Yukie Meistisia menyebut, jadi di RSUD Bakti Pajajaran ini mempunyai layanan Preventif selain layanan Kurantif.
“Misalnya kami punya Hiperbarik. Bagaimana kita mau pelayanan hiperbarik, ditukar dengan pakai sampah. Bagaimana mau mendapatkan pelayanan Akupuntur, juga ditukar dengan sampah,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Tingkatkan Layanan Unggulan, RSUD Cibinong Luncurkan Aplikasi Bogor Hade
Ia juga menegaskan, hal ini merupakan tanggungjawab dan wujud nyata untuk meminimalisir dampak sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang dimana sesuai dengan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Yukie Meistisia berharap, jika diberikan kesempatan untuk kedepannya, dalam terlibat wisata atau edu wisata. Karena, Yukie Meistisia menjelaskan, dibelakang RSUD ia punya pengolahan sampah.
Lebih lanjut, kemudian juga mempunyai tanaman-tanaman obat dan juga tanaman-tanaman pangan yang bisa diberikan edukasi.
“Dari sampah dapur gitu ya, kemudian kita bikin megat, kemudian bikin lain-lain sebagainya,” ujarnya.
Untuk hal Biopori, ia juga menambahkan, di lingkungan rumah sakit sudah laksanakan biopori sejak tahun lalu.
“Dulu banjir ini ya. Jadi dulu masih ada tempat-tempat yang tergenang di lingkungan rumah sakit. Kemudian saya pikirkan, ini bagaimana cara untuk mengurangi genangan air, mengurangi sampah,” tutupnya.
(M. Fazar Sutiono)
