PMKRI TTU Beri Kartu Merah Bupati Djuandi David, Ini Alasannya!
Diterbitkan Sabtu, 15 Juli, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, TTU – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Sanctus Yohanes Don Bosco memberikan kartu merah terhadap Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Drs. Djuandi David yang telah mengambil kebijakan untuk tetap melantik 4 kepala desa terpilih yang sedang bersengketa pada hari Senin 17 Juli 2023.
Valerinanus Kou Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) kepada media mengatakan bahwa PMKRI secara kelembagaan memberikan kartu merah terhadap Bupati TTU yang tidak dengan ketidakpahamannya memaksakan pelantikan terhadap kepala desa terpilih yaitu Desa Ponu, Biloe, Tautpah, dan Nansean Timur.
“PMKRI Cabang Kefamenanu menilai Bupati Juandi David tidak pantas dan layak sebagai Bupati TTU karena tidak mampu menyelesaikan masalah dan memaksakan pelantikan seolah – olah tidak ada masalah padahal sudah direkomendasikan oleh Pokja Penyelesaian Sengketa Pilkades Serentak Tingkat Kabupaten TTU.” Kata Valerinanus Kou Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas).
“PMKRI Cabang Kefamenanu meminta masyarakat kabupaten TTU agar sama – sama membangun konsolidasi besar – besaran dan jangan takut melawan Bupati TTU yang tidak paham dalam mengambil kebijakan.”Lanjutnya.
Lebih lanjut Valerinanus Kou Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) mendesak Bupati TTU Juandi David mengundurkan diri.
“Ini jelas – jelas Bupati TTU Djuandi David menunjukan ketidakmampuan dan kebobrokannya dalam memimpin kabupaten TTU sehingga alangkah lebih baiknya Bupati Djuandi David mengundurkan diri dari Bupati TTU daripada memaksakan diri dengan ketidakmampuan dalam pengambilan kebijakan dan pada akhirnya hanya bisa membendung diri dengan menyuruh masyarakat untuk tempuh jalur hukum.” Tutur Valerinanus Kou
Senada dengan Presidium Gerakan Kemasyarakat, Pricilla Aquilla Bifel Ketua Presidium mengatakan bahwa Bupati TTU harusnya profesional dan tetap bekerja melayani masyarakat.
“Jangan sampai hal yang sudah terbukti salahpun tidak dihiraukan dan terus dibenarkan. Ini merupakan salah satu bentuk krisis kepemimpinan.” Ujar Pricilla Aquilla Bifel.
“Kartu merah yang diberikan merupakan bentuk mosi tidak percaya PMKRI Cabang Kefamenanu kepada Bupati TTU menjelang akhir kepemimpinannya yang menunjukkan bahwa kepemimpinan Bupati Djuandi David sangatlah buruk.” Lanjutnya.

BACA JUGA:
GMNI: Bupati dan Wakil Bupati TTU Sudah Mati Nurani
Duh!!! Oknum PNS Rangkap Jabatan BPD, Masyarakat Desa Kaubele Minta Pemda TTU Bertindak
Bupati TTU, Drs. Djuandi David Tegaskan Pelantikan Kades Nifunenas Sudah Sesuai Aturan
Pricilla Aquilla Bifel menyebut Bupati TTU mengabaikan persoalan Pemilihan dengan tetap melakukan Pelantikan terhadap 4 Kepala Desa terpilih (Ponu, Nansean Timur, Biloe, Tautpah).
“Kami sangat menyayangkan keputusan Bupati yang akan melakukan pelantikan kepada 4 Kepala Desa terpilih (Ponu, Nansean Timur, Biloe, Tautpah) dimana 4 desa tersebut sudah terbukti adanya kesalahan dalam proses pemilihan yang sangat nyata dan kongkrit namun tidak ditindaklanjuti proses penyelesaiannya oleh Bupati TTU.” Ujarnya.
“Hal yang salah jangan sampai terus dibenarkan, hal di atas merupakan salah satu bentuk tindakan yang sangat bertentangan dengan keadilan, sehingga kalau Bupati TTU mengabaikan itu, maka bupati dinilai tidak punya etika birokrasi. ” Tegasnya. *Anno*
