NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Wajah Lesu Sarana Prasarana Pendidikan TTS Sangat Memilukan

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 9 Desember, 2025 by NKRIPOST

Sekretaris komisi IV DPRD TTS Albinus O Kase , S.sos , MAB – Terkini gedung SMP PGRI Haumenbaki TTS

NKRIPOST TTS –  Hak mendapatkan Pendidikan yang layak bagi seluruh lapisan warga masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam batang tubuh Undang Undang dasar 1945 yang adalah dasar Negara indonesia di bumi Cendana kabupaten Timor Tengah Selatan ibarat jauh panggang dari api

Bagaimana tidak ??? Terpantau jelas oleh awak media NKRI Post TTS di desa Haumenbaki kecamatan Amanuban Barat fisik gedung sekolah SMP PGRI Haumenbaki sungguh sangat memilukan terpantau jelas telah roboh hampir seluruh tembok gedungnya akibat retak hinggah pecah terlepas dari setiap tiang cor gedung tersebut yang nampak dikerjakan dibangun asal asalan entah oleh pekerja bangunan ataupun mungkin karena lemah pengawasan pekerjaan oleh pihak sekolah

Ketua yayasan PGRI Soe Khatarina Fanggidae , Spd yang bertanggungjawab penuh atas sekolah SMP PGRI Haumenbaki sejak tanggal 27 nofember 2025 dihubungi melalui pesan whats up dimintai tanggapannya oleh awak media NKRI Post TTS hingga saat ini tidak pernah merespon seolah mengabaikan nasib generasi penerus bangsa dari bumi Timor Tengah Selatan

Kepala sekolah SMP PGRI Haumenbaki Hoklis Tana , Spd yang ditemui awak media NKRI Post TTS 27 nofember 2025 lalu menjelaskan ” SMP PGRI Haumenbaki ini berdiri sejak tahun 1992 dan gedu g yang rubuh saat ini di bangun tahun 2023 lalu tapi entah kenapa sudah rubuh dan kelihatannya dikerjakan asal asalan oleh rekanan saat itu ” tandas kepsek ini selanjut menjelaskan ” jumlah siswa 61 orang dengan sebaran kelas satu 12 orang , kelas dua 23 orang dan kelas tiga 26 orang ” tutur Hoklis Tana

Adalah Pendeta Nelson Liem , MTh sekretaris yayasan PGRI Soe yang juga adalah ketua yayasan Tois neno saat dikonfirmasi awak media NKRI Post TTS selasa 9 desember 2025 melalui pesan whats up saat ditanya terkait tindakan emergensi apa yang akan diambil saat ini terkait nasib siswa SMP PGRI Haumenbaki yang sewaktu waktu akan terancam nyawa bila memaksa belajar dalam ruang gedung tak normal ini menerangkan ” kami sudah meminta kepala sekolah SD GMIT Haumenbaki untuk membagi ruang belajar untuk siswa SMP PGRI Haumenbaki ” jelas pendeta Liem

Terkait penjelasan pendeta Nelson Liem awak media meyakinkan bahwa jelas terpantau di sekolah SMP PGRI dibawah payung yayasan PGRI dan SD GMIT Haumenbaki dibawah payung yayasan Toisneno yang letaknya berdampingan itu tidak ada jam sekolah siang untuk siswa SMP PGRI sebagaimana yang ditemukan awak media NKRI Post TTS dan terpantau juga bahwa SD GMIT Haumenbaki pun tidak kelebihan ruang belajar dan jelas terlihat siswa SMP PGRI Haumenbaki itu datang sekolah pagi berdiri berdiri saja dan pulang karena takut masuk dalam ruang sekolah maka pdt Nelson Liem , MTh seolah kaget menerangkan ” oohh belum realisasi dilapangan ? kan bisa sekolah siang.apa itu belum dilaksanakan ? akan kami panggila kedua kepala sekolah untuk melaksanakan perintah yayasan kedua sekolah itu harus saling menolong pendidikan di haumenbaki ” tandas pdt Nelson Liem

Tercatat bahwa sudah sekian lama tahun berjalan keadaan fisik gedung rusak sekolah ini seakan tak terpantau oleh para pemegang kuasa baik pihak yayasan dan juga pemerintah seolah mengabaikan nasib dan keselamatan generasi emas bangsa Indonesia saat ditanya oleh insan Pers akan selalu muncul jawaban jawaban klasik sebagai tameng bebaskan diri atas tanggungjawab pemenuhan hak perlakuan secara adil dan merata pada orang orang pinggiran

Pdt Nelson Liem , MTh dalam keterangannya kepada awak media NKRI post TTS apakah menurut bapak sekretaris yayasan PGRI karena sudah lama gedung roboh baik tembok juga topangan rangka kayu atap gedung dikategorikan upaya pembiaran maka dijelaskan ” yayasan PGRI ini bukan organisasi profit yang menghasilkan uang dan yayasan PGRI sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk anggaran Revitalisasi gedung sekolah tahun 2026 ” urai pendeta Liem seolah tak ada solusi jangka pendek pada bulan penghujan ini menyediakan kesempatan mendapatkan hak belajar siswa siswa SMP PGRI Haumenbaki seakan telah tersumbat rapi pintu koordinasi yayasan bersama komite sekolah dan pemerintahan desa Haumenbaki yang telah menutup mata , hati dan telinga pada rintihan jiwa generasi muda bangsa yang tak tersuarakan terbukti kepala desa Haumenbaki pemilik wilayah lokasi sekolah berada tak pernah merespon konfirmasi awak media NKRI Post TTS melalui pesan whats up

Dewan Perwakilan Rakyat TTS Pada komisi IV yang mengurus bidang pendidikan yang dihubungi melalui bpk Albinus O Kase , S.Sos , MAB yang mengatakan ” kami sebagai wakil rakyat tetap konsisten dan komitmen pada kebutuhan rakyat membangun koordinasi dan komoniksai dengan pemerintah TTS dinas pendidikan dan kebudayaan TTS mengusulkan permohonan revitalisasi sekolah swasta/ negeri tahun anggaran 2026 ” tegas wakil rakyat ini antusias peduli pendidikan generasi emas Timor Tengah Selatan

Selanjutnya Albinus O Kase , S.Sos , MAB mengatakan ” ada beberapa kriteria yang oleh sekolah tidak dipenuhi misalkan data Dapodik hingga saat ini tidak disediakan oleh pihak sekolah dan yayasan termasuk status tanah sekolah . Sangat disayangkan kepala sekolah admin tidak responsif sediakan syarat syarat ini tepat waktu yang disediakan kementrian ” tutup Al Kase sapaan akrab wakil rakyat TTS dengan nada kesal**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. MINANGKABAU TIMUR NO. 19 A, KEL. PS. MANGGIS, KEC. SETIABUDI KOTA JAKARTA SELATAN - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved