Cipayung Plus Belu Gelar Aksi Damai Minta Tunjangan DPR 3 Juta/Hari Dihentikan! Mengutuk Konser Pice Kota Disaat Masyarakat Indonesia Berduka
Diterbitkan Senin, 1 September, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST, ATAMBUA – Menanggapi polemik gaji DPR naik yang menjadi faktor penyebab puncak kemarahan rakyat di seluruh wilayah Indonesia, Aktivis Cipayung Plus Kabupaten Belu yang merupakan forum lintas kemahasiswaan nasional gelar aksi damai menuntut kebijakan tunjangan tiga (3) juta/hari segera dibatalkan dinilai telah menyusahkan ekonomi masyarakat. Aksi Damai di lakukan di dua titik depan Mako Brimob dan gedung DPRD Belu, Senin (01/9/2025).
Usai menyampaikan poin-poin penting kepada DPRD Belu, masa aksi langsung diarahkan ke lapangan umum Atambua unttuk melakukan konsolidasi jumpa pers.
Ketua Badan Eksekutif (BEM) STISIP Fajar Timur Kabupaten Belu Melfridus Kali kepada Media Nkripost.co meminta kepada DPRD Belu tidak harus mencontohi kebijakan DPR RI yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat. Serta tidak harus menuntut tunjangan lebih dan hentikan perjalan dinas yang tidak ada nilai positif.
“Kami minta DPRD Kabupaten Belu tidak mencontohi sikap DPR RI yang senang ria terima tunjangan saat masyarakat lagi susah. DPRD Belu jangan pernah menuntut tunjangan tambahan dan bergaya hidup mewah sedangkan warga Belu hidup susah,” ujar Melfridus Kali.
BACA JUGA:
Bupati Belu Willy Lay Pimpin Rapat Persiapan Penutupan Semarak Kemerdekaan ke-80
Melfridus juga menegaskan kedepan DPRD Belu selain tiadakan perjalanan dinas rapat yang tidak penting untuk reses yang merugikan uang negara segera di hentikan.
“DPRD Belu hentikan jalan dinas yang tidak penting dan rapat-rapat yang tidak penting yang hanya untuk kepentingan pribadi. Kami minta dana reses digunakan sebenarnya untuk dapatkan aspirasi masyarakat Belu. Kami mengutuk acara konser Pice Kota disaat masyarakat Indonesia lagi marah dan berduka.
Sebaiknya anggaran untuk hura-hura dipakai untuk perbaikan jalan, air bersih dan perumahan atau bantuan ekonomi bagi warga Belu,” tutupnya (Lau Kaza)
