Polres Pasaman Barat Sikat Abis Penambang Ilegal, Pelaku Peti Kocar Kacir Melarikan Diri Saat Aparat Melakukan Razia
Diterbitkan Kamis, 7 Agustus, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST PASBAR – Lebih dari sepuluh hari terakhir operasi Penegakkan Hukum Pertambangan Emas Tanpa Ijin (Gakum Peti) disepanjang sungai Pasaman dan sungai batahan terus dilakukan penyisiran oleh pihak kepolisian, Rabu 06 Agustus 2025.
Pantauan awak media di jembatan batang Saman dan jembatan negara ranah batahan terlihat air mengalami penurunan kepekatan yang signifikan sampai Minggu 03 Agustus lalu.
Sementara dari investigasi crew media ini ditengah masyarakat terdampat mendapatkan informasi yang mengejutkan, dimulai dari masyarakat Tombang, Rimbo Jandung, Air Gadang, Batang Saman, Kampung Bukit, Muara Kiawai, Sigantang, Sawah Mudik, Taming Tengah, Tombang Mudik, Silaping, Batahan dan Lubuk Manggis ternyata lebih dari tiga ribu keluarga disana menggantungkan pendapatan hidup dari aktifitas mendulang emas.
Aktifitas yang juga bagian dari warisan turun temurun ini semakin meningkat dengan adanya melibatkan beberapa alat berat yang memberikan kemudahan pengambilan material untuk didulang.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto S.I.K saat dikonfirmasi via selulernya mengatakan bahwa ia sedang di Padang mengikuti rapat gabungan di Polda Sumbar dengan institusi TNI terkait operasi gakum peti Sumatera Barat (Sumbar) siang ini.
BACA JUGA:
Lebih lanjut dijawab datar oleh Kapolres Pasaman Barat, bahwa tidak ada izin bagi kegiatan melanggar aturan meskipun melibatkan kebutuhan banyak masyarakat.
Kapolres juga menjelaskan bahwa toleransi yang diberikan bisa menyebabkan kebablasan pelanggaran hukum.
“Operasi rutin yang dilakukan belakangan ini cukup berhasil menekan mobilisasi aktivitas peti dilingkungan resort hukum Pasaman Barat.” Jelas Kapolres AKBP Agung Tribawanto S.I.K
Sementara itu Wandi salah seorang pengurus kampung di kecamatan Pasaman menjelaskan bahwa ada fenomena baru belakangan setelah adanya aktivitas tambang disana, yakni pekerja langsir di plasma Rimbo Panjang mendadak hilang dan beralih kerja mendulang dipinggiran sepadan plasma, bahkan kecenderungan hilangnya TBS di kebun plasma juga menurun tajam hingga 0 (nol) kasus kehilangan.
Wandi berharap dengan tutupnya semua aktifitas pencarian emas dipinggir plasma tidak meng”kambuhkan” kembali maling pulang kampung.***
