Kasus Korupsi Dinas PUPR Tebo, Kadis Hendry Nora Dikabarkan Ikut Diperiksa Kejari Tebo
Diterbitkan Sabtu, 28 Juni, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST TEBO – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Kabupaten Tebo, Hendry Nora baru – baru ini dikabarkan ikut diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. Ia turut diperiksa dari sejumlah pejabat di OPD yang dipimpinnya.
Pemeriksaan sejumlah oknum pejabat Tebo tersebut terkait dugaan korupsi di dinas PUPR dengan kerugian negara diduga sebesar Rp 2,1 Milyar, yang saat ini tengah ditangani pihak Kejari Tebo.
Pemeriksaan di Kejari Tebo terkait dugaan korupsi pada Bidang Bina Marga di dinas PUPR Kabupaten Tebo. Sayangnya hingga berita ini terbit, belum ada informasi resmi dari pihak Kejari Tebo.
Kasi Intel Kejari Tebo, Febrow Adhiaksa Soeseno saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp yang kerap Ia gunakan, terkait dengan kabar Kadis PUPR Kabupaten Tebo Hendry Nora telah diperiksa, belum ada respon atau jawaban.
BACA JUGA:
Hatta Harap Kejari Tebo Adili Pelaku Dugaan Korupsi Rp 2,1 M di Dinas PUPR Kabupaten Tebo
Terkait Pelarangan Peliputan Karhutla, Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Bupati Tebo
Pengembangan Kasus Proyek Pembangunan Pasar Tanjung Bungur, Kejari Tebo Tahan Lagi 4 Orang Tersangka
Diketahui sebelumnya, pembangunan Pasar Tanjung Bungur melalui tugas pembantuan (TP) tahun 2023 dana dari APBN kementerian perdagangan (Kemendag) tersebut telah terjadi Mark-up dari Rp 2,7 milyar sebesar Rp 1 milyar 11 juta.
Menanggapi hal tersebut di atas, Hatta salah seorang praktisi hukum Tebo sangat mengapresiasi kinerja Kejari Tebo yang sudah berhasil mengungkap dugaan kasus korupsi pembangunan pasar tanjung bungur.
Apresiasi yang setinggi- tingginya atas kerja cepat Kejari Tebo. Kejari Tebo sudah berhasil mengungkap kasus ini, terbukti sekarang sudah 7 orang tersangka yang sudah ditahan, ungkap Hatta.
Hatta berharap agar semua tersangka bisa segera diadili, karena pekerjaan rumah (PR) Kejari Tebo masih banyak, termasuk terkait dugaan korupsi di Dinas PUPR Tebo sebesar Rp 2,1 Milyar.
“Semoga semua tersangka segera diadili, karena PR Kejari Tebo masih banyak, termasuk dugaan korupsi di Dinas PUPR Tebo yang sudah merugikan negara sebesar Rp 2,1 Milyar,” harapnya.
Menurut Hatta, jika kasus Pasar Tanjung Bungur sudah berproses di Pengadilan, Ia meyakini pihak Kejari Tebo tentu bisa lebih fokus ke kasus- kasus yang lebih besar, termasuk kasus dugaan korupsi di Dinas PUPR Tebo yang diduga merugikan negara sebesar Rp 2,1 Milyar.***
( Erwin. Siregar ).
