Prabowo Subianto Dinilai Mampu Redam Tensi Politik Pasca Pemilu 2024
Diterbitkan Selasa, 16 April, 2024 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA — Pakar komunikasi sekaligus Koordinator Relawan Digital Prabowo-Gibran (PRIDE) Anthony Leong menilai Calon Presiden RI Prabowo Subianto berpotensi meredam tensi politik setelah Pemilu 2024.
Salah satu cara, menurut Anthony Leong, adalah menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, dan Presiden RI Joko Widodo.
“Prabowo bisa menjadi inisiator dan mengambil langkah progresif bagi masa depan bangsa Indonesia dengan bertemu satu meja dengan mereka serta membahas keberlangsungan bangsa ke depan,” kata Anthony dalam keterangan pers yang disitat Antara, Senin (15/4).
Menurut Anthony, pertemuan tersebut harus digelar agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama dalam membangun bangsa setelah Pilpres 2024.
Selain itu, pertemuan tersebut juga bertujuan untuk menyudahi tingginya tensi politik yang berpotensi membuat perpecahan di tengah masyarakat.
BACA JUGA :
Adv. Atyboy: Komitmen Bupati Belu Berantas Korupsi Dipertanyakan, Imbas Adukan Kapolres Ke Kapolri
Semangat Rekonsiliasi Prabowo Subianto Disebut Belajar Dari Gaya Kepemimpinan Jokowi
Bila pertemuan itu terwujud dan semua pihak memiliki kesepahaman yang sama, menurut dia, Indonesia akan mengalami dampak positif pada bidang perekonomian, pertahanan, dan politik.
“Dampak ekonomi misalnya, bisa langsung bergerak karena pasar akan merespons positif sehingga dunia usaha bergairah dan investasi tidak terganggu,” kata Anthony.
Untuk dampak politik, lanjut dia, perpecahan di tengah masyarakat karena berbeda pilihan politik akan hilang.
Selain itu, Indonesia akan makin kuat di bidang pertahanan lantaran seluruh kelompok partai politik akan bahu-membahu menjaga kedaulatan negara dari serangan asing.
Oleh karena itu, Anthony berharap Prabowo mau menggunakan pertemuan tersebut demi kepentingan bangsa.
“Pertemuan itu tentu sangat positif demi kemajuan bangsa dan terwujudnya kedewasaan berpolitik serta terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Anthony.***
