NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kejari Kapuas Hulu Tahan ASN dan Tim Teknis Terkait Korupsi Bibit Ikan Arwana

Listen to this article

Diterbitkan Selasa, 19 September, 2023 by NKRIPOST

Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan ikan arwana, di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

NKRIPOST KAPUAS HULU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menahan dua tersangka berinisial S dan IR terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan bibit dan calon induk ikan arwana di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Dua tersangka itu terlibat dalam kasus tipikor pengadaan ikan arwana sehingga kami lakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu Bayu Nugraha di Putussibau Kapuas Hulu, Antara, Senin, 18 September.

Bayu mengatakan tersangka S merupakan seorang aparatur negeri sipil (ASN) yang dalam kasus tersebut sebagai pejabat pembuatan komitmen (PPK), sedangkan tersangka IR sebagai tim teknis kegiatan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

Kedua tersangka ditahan Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu pada pukul 17.29 WIB hari ini dan dibawa ke Rutan Putussibau untuk masa penahanan selama 20 hari dalam rangka proses hukum lebih lanjut.

Dalam kasus tersebut, kedua tersangka melakukan perbuatan melawan hukum turut serta dalam pemasangan chip ikan dan menarik keuntungan dari pemasangan chip dan menyebabkan sejumlah ikan arwana mati yang tidak sesuai petunjuk teknis dalam pengadaan barang dan jasa Dinas Perikanan Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2020 dengan dana kurang lebih sebesar Rp1,1 miliar.

Akibat perbuatan kedua tersangka, katanya, negara mengalami kerugian sebesar Rp350 juta.

Bayu mengatakan kedua tersangka dijerat primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagai mana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1998 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perbuatan kedua tersangka itu melawan hukum dengan menyalahgunakan jabatan serta memperkaya dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain sehingga masuk dalam ranah tindak pidana korupsi,” jelas Bayu.

BACA JUGA:

Polda Metro Jaya Didesak Segera SP3 Kasus Ny. Suryati, Indra Hardimansyah: Rekomendasi Rowassidik Diabaikan Penyidik

Kasus Dugaan Mafia Tanah, Advokat Atyboy SH Adukan BPN Jakarta Timur Ke Menteri ATR/BPN

Cegah Korupsi, DPRD dan Pemkot Bogor Komitmen Ciptakan Good Government

Bayu mengatakan kasus tipikor pengadaan ikan arwan tersebut masih terus dikembangkan penyidik. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Kami belum bisa menentukan apakah akan ada tersangka lainnya karena kasus itu masih dalam pengembangan,” kata Bayu.*(voi)

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. RAYA PENGGILINGAN NOMOR 21 CAKUNG JAKARTA TIMUR DKI JAKARTA TLP. (021) 2246 9861 WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved