Founder Maggot BSF Wakili NTT Young Ambasaddor Agriculture Tahun 2023
Diterbitkan Sabtu, 15 April, 2023 by NKRIPOST

NKRI POST, KUPANG NTT – Ignasius Paulo Datoalin, Sapaan Ino, Founder Maggot Black Souldier Fly ( BSF) mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengikuti Young Ambassaddor Agriculture di Depok Jawa Barat, 23-28 April 2023 mendatang.
Kegiatan Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).
YESS Programme dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.
Melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Service (YESS), Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas.
Program ini ditujukan bagi para pemuda, khususnya di wilayah pedesaan, untuk mengembangkan perekonomian melalui kewirausahaan dan menambah peluang kerja.
Dalam kurun waktu 2019-2025, pelaksanaan Program YESS menyasar 320.000 generasi muda di pedesaan.
Saat di hubungi media ini, Ignasius menjelaskan bahwa Maggot BSF NTT merupakan satu-satunya startup atau usaha rintisan yang fokus untuk menanggulangi masalah sosial terutama perubahan iklim melalui inovasi pengolahan bahan organik seperti sampah makanan, feses ternak dengan pemanfaatan bioteknologi dan teknologi digital untuk mengurangi emisi gas metana ke atmosfer.
Mereka memulai budidaya Maggot BSF NTT dengan keterbatasan finansial harus memikirkan ide bagaimana sampah makanan atau feses bisa dijadikan bahan olahan makanan ternak.
“Awal mula kita memulai budidaya Maggot BSF ini dari sebuah kamar ukuran 3×4 meter dengan biaya yang sedikit sekitar 500.000 ribu per bulan karena kami memilik banyak keterbatasan,” ungkap Ino saat di wawancarai melalui via WhatsApp (15/04/2023).
“Alasan Kami membudidayakan Maggot (BSF) karena keresahan mengenai masalah sampah organik yang belom bisa di selesaikan, masalah keterbatan bahan pakan ternak dan masalah gas rumah kaca melalui pelepasan metana yang menimbulkan pemanasan global serta kelangkaan pupuk pertanian,” ujar Ino Asa.
BACA JUGA:
Founder Milenial Tangerang Center Minta Masyarakat Hindari Politik Identitas
Harapan Besar Molen Jadikan Kota Beribu Senyuman Agro Swasembada
Untuk saat ini lokasi budidaya Maggot BSF di Penfui Kota Kupang. Mereka masih fokus melakukan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat agar bisa menyelesaikan permasalahan sampah secara gotong royong.
” kami saat ini masih fokus untuk off farm dengan perberdayaan masyarakat sekitar bahkan sudah sampai ke negara Timor Leste,” jelasnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa untuk anak muda generasi Sat Set Sat Set, tidak dibatasi oleh tempat dan dari mana kita berasal, intinya kita punya niat, tekad, kerja keras, kesabaran, dukungan keluarga dan doa serta tuntunan Yang Maha Kuasa, yakin pasti bisa,” pungkas Ignasius sambil beri semangat kepada generasi muda Indonesia.
Ignasius meyakini bahwa suatu hal besar dimulai dari langkah kecil dan bisa dimulai dari anak muda Desa terpencil.
“Saya sadar, bahwa dengan terpilihnya menjadi Young Ambasaddor Agriculture mewakili NTT ini bukan berarti saya bisa segala galanya. Saya tidak ada apa-apanya. Saya hanya seorang anak muda yang masih dan ingin belajar dan siapa pun untuk membenahi banyak kekurangan yang saya miliki saat ini,” tutupnya. *(Lau Kaza)
https://youtube.com/shorts/SmiVkskMQ0c?feature=share

Terima kasih atas dukungan dan support secara tidak langsung ini
Sama sama