NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Pentingnya Menjaga Kondisi Kesehatan Mental Di Tengah Pandemic

BAGIKAN :

 

NKRI POST SUMBAR – Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi, sekalipun oleh anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku-tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.

BACA JUGA : 

DPLUST” Band Lokal Dari Kota Padang yang Menembus Kancah Musik Nasional

 

Khusus untuk masyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis pandemi covid-19 yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mesti mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun sering kali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental.

Adanya pandangan masyarakat yang menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada di sekitar merupakan suatu hal yang mesti mendapatkan perhatian.

Dunia medis memberikan pandangan tersendiri terhadap pemahaman mengenai gangguan mental. Dunia medis memandang penderita gangguan mental sebagai berul-betul mengalami sakit. Dunia medis melihat sakit mental sebagai berbakar dari sakit ketubuhan, terutama di otak, sehingga penanganan penderita gangguan mental menjadi mirip dengan penderita sakit fisik, yaitu melalui medikasi, hospitalisasi, bahkan operasi atau pembedahan. Pandangan medis ini, sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan sampai sekarang ini masih menjadi arus utama yang mempengaruhi pemahaman orang mengenai kesehatan mental.

Ilmu perilaku yang semakin berkembang juga memberikan pemahaman tersendiri mengenai gangguan mental. Berdasarkan pandangan ini, penderita gangguan mental dimaknai sebagai ketidakmampuan mereka untuk melakukan penyesuaian diri yang sesuai dengan realitanya. Individu terganggu karena memiliki perilaku-perilaku yang tidak adaptif, sehingga penanganannya adalah dengan mendidik individu yang bersangkutan untuk menghilangkan perilaku yang tidak adaptif dan menggantinya dengan perilaku yang lebih adaptif. Gangguan mental dihubungkan dengan lingkungan (ekologi) individu sehingga pemulihan individu yang bersangkutan selalu dikaitkan dengan lingkungannya. Inilah yang menandai penanganan individu yang bertanggung tidak lagi di rumah sakit, tetapi di tengah lingkungan keluarganya.

BACA JUGA :

 

Perkembangan Covid-19 Kota Padang, Sumatera Barat

 

Memahami setiap pandangan yang muncul mengenai sakit mental menolong kita untuk memiliki gambaran yang menyeluruh dan integral mengenai apa itu gangguan mental yang sesungguhnya. Ini juga akan membantu untuk melakukan upaya-upaya dalam penanganan atau treatmen terhadap individu yang mengalami gangguan mental, sebab setiap pandangan yang muncul dan berkembang mengenai gangguan mental, sedikit banyak memiliki kebenaran yang perlu diperhatikan. Apalagi masalah gangguan mental bukanlah semata-mata gejala fisik saja.

Maka perlu rasanya menjaga kondisi kesehatan mental agar hidup tetap bahagia, diantaranya:

Bertingkah laku lah menurut norma-norma sosial yang diakui.

Mampu mengelola emosi.

Mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki.

Dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan sosial.

Dapat mengenali resiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya.

Mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Mampu belajar dari pengalaman.

Biasakan gembira.

Reporter NKRI Post Sumbar Melaporkan (Bayu Prasetya Yudha, M.Psi.,Psikolog)

Diterbitkan Pada September 14, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami
%d blogger menyukai ini: