SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Keluarga Almarhum Resma Boru Hutagalung Tidak Terima Dan Merasa Keberatan Dinyatakan Covid 19

Keluarga Almarhum Resma Boru Hutagalung Tidak Terima Dan Merasa Keberatan Dinyatakan Covid 19 .

Nkripost, Asahan – Covid 19 sampai hari ini masih terdengar di masyarakat dan bukan menjadi rahasia umum lagi, namun itu semua terlepas dari benar atau tidaknya tentang covid 19 itu. Seperti hal nya yang terjadi di desa Rawang Baru pasar VII kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan,tepatnya di kediaman almarhum Ibu Resma Boru Hutagalung.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,tim media NKRI Post menyambangi rumah keluarga almarhum yang berada di Rawang baru pasar VII pada hari Selasa12 Januari 2021 tepatnya jam 09.30 wib.

Keterangan yang di peroleh media NKRI Post di lapangan yang bersumber dari anak almarhum menyatakan,bahwa sebelumnya. ortu atau almarhum Resma Boru Hutagalung sempat di rawat di puskesmas Rawang selama 2 hari 2 malam,setelah dari puskesmas kemudian di bawa ke tempat dokter spesialis yakni Dr Darma yang beralamat di jalan Diponegoro kisaran,di sana almarhum di nyatakan kurang darah setelah dari praktek Dr Darma kemudian menyarankan untuk di rujuk ke rumah sakit Setio Husodo kisaran,di sana almarhum juga di rawat selama 2 hari 2 malam.

Di sana pasien menjalani Rontgen yang menyatakan paru-paru kotor,lambung sedikit,dan kurang darah yang kemudian pasien melakukan tambah darah ada beberapa kantong,setelah keadaan membaik baru Dr Darma menyarankan untuk berobat jalan saja,ungkap Erika Boru Marpaung(anak almarhum).

Kemudian di tanggal 31 Desember 2020 almarhum mengalami penurunan kesehatan lalu keluarga membawa almarhum ke bidan Ros yang berada di Rawang pasar V,lalu karena kondisi yang semakin menurun pada tanggal 4 januari lalu almarhum di bawa ke rumah sakit Setio Husodo.

Mama di rawat sekitar satu Minggu di rumah sakit Setio Husodo jelas Erika Boru Marpaung.Pada tanggal 5 Januari 2021 mama di swab oleh petugas dari Prodia,setelah 3 hari setelah swab Dr Nini telah mengklaim bahwasanya pasien positif covid 19 dan langsung menyebarkan berita ini dan sampai pada Kapus Puskesmas Rawang bahwa pasien atas nama ibu Resma Boru Hutagalung warga desa Rawang baru pasar VII positif covid 19,tutur Erika anak almarhum.
Sementara keluarga sendiri belum mengetahui hasil swab tersebut.

Yang sangat di sayangkan oleh keluarga,kenapa kalau mama kami di nyatakan positif kami masih di perbolehkan untuk menjaga dan berada di dalam kamar atau ruangan tersebut bersama pasien,bahkan perawat maupun petugas kebersihan bebas keluar masuk ke dalam ruangan ini,tutur Erika.

Bahkan ada keluarga yang datang untuk menjenguk dan mendoakan almarhum di perbolehkan sebelum almarhum menghembuskan nafas terakhir.
.Pada tanggal 11 Januari 2021 pasien meninggal dunia(Resma Boru Hutagalung) dan di perbolehkan untuk di bawa pulang oleh keluarga ke rumah duka di desa Rawang tanpa adanya prosedur covid 19 ,sementara sebelumnya pada tanggal 11 Januari 2021 sekitar pukul 03.00 menjelang waktu subuh keluarga baru mendapat informasi kalau almarhum positif covid 19.

Sempat juga terjadi penolakan dari warga Rawang setempat saat jenazah di bawa pulang ke daerah mereka karena almarhum terindikasi di duga positif covid 19.
Yang sangat di sayangkan dan menjadi pertanyaan keluarga jenazah bahkan sempat di mandikan oleh keluarga dan di makamkan oleh warga setempat tanpa adanya menurut prosedur covid 19.

Setelah kami menyambangi kantor desa, kantor camat namun bapak camat tidak berada di kantor camat informasi yang di terima dari pegawai kantor camat bahwasanya pak camat sedang sakit, ,kemudian kami di arahkan lagi ke kantor Puskesmas Rawang Panca Arga Asahan.

Kemudian keluarga almarhum Erika Boru Marpaung menuju rumah sakit Setio Husodo yang terletak di jalan Sisingamangaraja,turut hadir dalam mendampingi keluarga bapak kepolisian kapos Manurung bersama tim kepolisian, LSM TOPAN RI Albert Sinurat,LM Tipikor Pangaribuan,AZNO Dirman Rangkuti,dan Media NKRI Post.

Setibanya di sana hanya beberapa orang saja yang boleh masuk ke dalam rumah sakit,Erika Boru Marpaung(anak almarhumah), bapak kapos Manurung bersama tim kepolisian , tim media online NKRI post tv, Topan RI Albert Sinurat. Namun ada rasa kecewa karena tidak bertemu dengan Dr Nini melainkan hanya bertemu dengan Direktur Rumah Sakit saja. Pihak rumah sakit menunjukkan hasil data almarhumah positif covid 19 dari pantauan tim media online tidak ada hadir dokter mini hanya disambungkan dengan lewat komunikasi HP di dalam komunikasi terjadi perdebatan antara anak almarhumah dengan dokter Nini. Selesai berkomunikasi dengan dokter Nini tim keluarga menjelaskan kepada Dirut Rumah Sakit bahwa dalam penanganan almarhum tidak sesuai dengan prosedur covid-19. Dari pantauan media NKRI Post apa yang di sampaikan keluarga almarhum kepada Dirut tidak ada tanggapan,beliau hanya diam saja.

Tonton Juga Video Keluarga Almarhum Resma Boru Hutagalung Tidak Terima Dan Merasa Keberatan Dinyatakan Covid 19 :


Dikonfirmasi oleh media online NKRI post.tim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed