NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Bina Kerukunan di Wilayahnya, FKUB Asmat Sosialisasikan Moderasi Beragama di SMA Negeri 1 Agats

Listen to this article

Diterbitkan Senin, 25 Juli, 2022 by NKRIPOST

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Asmat

NKRIPOST,ASMAT. – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Asmat terus melakukan sosialisasi dalam upaya membina kerukunan serta toleransi antar umat beragama di Kabupaten Asmat, Papua.
Pasalnya, kerukunan di Kabupaten Asmat hingga kini terus terjalin dikarenakan peran aktif semua stakeholder terutama FKUB Asmat sebagai wadah representasi agama-agama yang ada di wilayah setempat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat yang turut hadir dalam giat FKUB Asmat dengan tema ‘Safari Kerukunan Dalam Upaya Mensosialisasikan Pentingnya Moderasi Beragama’ yang digelar di SMA Negeri 1 Agats, Senin (25/07/2022) tersebut mengatakan bahwa Moderasi Beragama mengandung pengertian dengan cara beragama yang tidak ekstrem serta selalu menyadari akan pentingnya keberagaman dalan suatu tantanan kehidupan bermasyarakat.

Serahkan Hadiah Kepada Juara I Pemenang Lomba Menulis Surat Untuk Kapolri Kategori SMA dari Asmat, Kapolri Tawarkan Ini

Polres Asmat Gelar Patroli Cipkon di Sekitar Kota 

Agats,  Jelang Hari Bhayangkara Ke-76

“Moderasi Beragama itu adalah cara kita memahami Agama masing-masing dan kita mengamalkannya dalam kehidupan kita melalui ibadah-ibadah, tapi juga dalam keseharian kita. Tujuannya adalah supaya dalam beragama itu kita tidak bersifat ekstrem karena semua Agama menganjarkan hal-hal mengenai kebaikan,” imbuh Yohanes.

Dalan konteks di lembaga pendidikan, Yohanes menyebut Moderasi Bergama diamalkan melalui cara bersikap serta berperilaku menghargai sesama tanpa membeda-bedakan latarbelakang keagamaannya serta hal-hal yang terkait yang berpotensi menciptakan ruang serta jarak antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama yang sekaligus merupakan pembina FKUB Asmat itu mengingatkan agar sikap saling menghargai itu penting untuk diamalkan di mana saja berada dalam hidup berdampingan sebagai sesama warga negara Indonesia yang berbeda-beda namun tetap satu (Bhineka Tunggal Ika).

“Dalan konteks kita di sekolah ini, bicara Moderasi Beragama kongkritnya adalah bagaimana cara bergaul kita tanpa memilah-milah, dia Agama apa, Rasnya apa, Bahasanya apa, dan seterusnya. Bahwa kita semua sama dan satu,” tambahnya.

 

Kunjungan Ke Asmat, Ini Yang Dilakukan Danrem 174/ATW Merauke Brigjen TNI E. Reza Pahlevi

Pemda Asmat dan Jajaran TNI-POLRI Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Cartenz 2022

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Asmat yang diwakili oleh Wakil Ketua I, Pastor Incentius Retobjaan, Pr., menjelaskan bahwa konsep keberagaman itu diilustrasikan dengan sederhana, dimana dirinya menggambar Allah dengan eksistensi ke-Allahan-Nya yang besar seperti sebuah bangunan yang tidak mungkin dijangkau satu orang dari sudut pandang tertentu. Sehingga, dalam konteks keberagaman Agama, Pastor Paroki Gereja Katolik Kristus Raja Mmbait ini juga mengungkapkan sesungguhnya agama-agama tersebut hadir dan merefleksikan objek (Allah) yang sama dari sudut pandang yang berbeda.

“Alah itu Maha Besar. Dan tidak mungkin dipahami oleh kita manusia yang kecil ini. Saya mengilustrasikannya seperti bangunan Sekolah ini. Bahwa anda berdiri di sudut sana, tidak mungkin bisa menjelaskan secara sempurna tentang bangunan Sekolah ini. Demikian halnya Agama, bahwa setiap Agama berdiri pada posisinya dan merefleksikan Allah yang sama dari sudut pandangnya,” terang Pastor Ino.

Pemda Asmat Dukung Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Selatan, Gelar Rapat Akbar Bersama Seluruh Elemen Masyarakat

Kapolres Asmat Terjunkan Anggota Kawal dan Sukseskan Kegiatan ORI Difteri dan BIAN di 15 Titik

Kemudian lanjutnya, dalam perbedaan pandangan tersebut, ia menegaskan bahwa saling menghargai dan menghormati adalah jalan untuk menerima keberadaan yang lain dengan sudut pandangnya sendiri agar terbina kerukunan dan hidup bersama yang harmonis.

“Mari kita saling menerima perbedaan sebagai suatu cara hidup untuk membina kerukunan serta keharmonisan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” Pungkas Pastor Paroki Gereja Katolik Kristus Raja Mmbait, Cemenes, Agats, Asmat, Papua ini.

Turut hadir dalam giat ini, Sekretaris FKUB Kabupaten Asmat Ustad Nurcholish, Anggota FKUB Pdt. Yohanes Kawor, Ustad H. Zainuddin Rumadaul, para guru serta seluruh siswa/siswi SMA Negeri 1 Agats.
(Jefry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2026 | All Right Reserved