Bupati Belu Willy Lay: Gerak Jalan 45 KM Simbol Semangat Perjuangan, Ada Peluang Kerja ke Jepang
Diterbitkan Jumat, 14 Agustus, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST ATAMBUA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belu dimulai dengan dua agenda besar. Bupati Belu Willybrodus Lay melepas ratusan peserta Gerak Jalan 45 Kilometer pada Rabu malam (12/8/2026) dan Parade Kebangsaan anak PAUD, TK, SD pada Kamis pagi (13/8/2026) di Atambua.
Dua kegiatan ini menjadi simbol semangat perjuangan, kebersamaan, dan penanaman nasionalisme sejak usia dini di wilayah tapal batas NKRI.
578 Peserta Gerak Jalan 45 KM Diberangkatkan dari Bauho
Lomba gerak jalan dengan rute terpanjang di NTT itu resmi dilepas Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, bersama Wakil Bupati Vicente Hornai Gonsalves dan Forkopimda dari Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (12/8/2026) malam.
Sebanyak 43 tim dengan total 578 peserta menempuh perjalanan menuju garis finish di depan Plaza Perizinan Atambua. Sepanjang rute, suasana begitu meriah. Masing-masing tim diiringi pendukung, musik, hingga lampu disco yang menambah semarak.
Dalam sambutannya, Bupati Belu menyebut gerak jalan ini bukan sekadar lomba olahraga.
“Gerak Jalan 45 kilometer ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menghadirkan semangat perjuangan, kebersamaan, sportivitas dan nasionalisme masyarakat Kabupaten Belu dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Willy Lay.
“45 Kilometer bukan sekadar jarak, tetapi simbol semangat perjuangan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Mari kita gelorakan semangat kemerdekaan dari tapal batas NKRI,” tambahnya.
BACA JUGA:
SMP Negeri Sadi Unjuk Gigi di Gerak Jalan Meriahkan HUT RI di Atambua Belu, Curi Perhatian Bawa Motto: Sayangi Aku Dengan Ikhlas
Peserta mulai finish sekitar pukul 07.00 WITA di depan Plaza Perizinan.
Untuk tahun depan, Bupati berencana memajukan waktu pelepasan.
“Tahun depan direncanakan peserta Gerak Jalan 45 Km akan kita lepas dari garis start jam 4 atau 5 sore sehingga seluruh masyarakat dapat menonton. Saya ingin kemeriahan semarak kemerdekaan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Di tengah sambutannya, Bupati Belu juga menyampaikan kabar baik bagi pemuda Belu.
“Setelah 17 Agustus ini kita akan buka lagi pendaftaran dan seleksi dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA/SMK. Jika tertarik silahkan menyiapkan diri secara baik terutama bahasa Inggris,” ungkap Willy Lay.
Program pengiriman tenaga kerja ke Jepang ini menjadi salah satu upaya Pemkab Belu membuka peluang kerja bagi generasi muda di daerah perbatasan.
Ratusan Anak Ikuti Parade Kebangsaan di Plaza Perizinan
Keesokan harinya, Kamis (13/8/2026), semangat kemerdekaan berlanjut dengan Parade Kebangsaan kategori PAUD, TK, dan SD se-Kabupaten Belu di Plataran Plaza Perizinan Timor Atambua.
Pantauan media, parade diikuti puluhan sekolah dengan ratusan anak. Mereka tampil dengan beragam busana, mulai dari pakaian adat daerah hingga pakaian profesi seperti dokter, guru, TNI, dan Polri.
Bupati Belu dalam sambutannya mengapresiasi keterlibatan anak-anak.
“Keikutsertaan anak-anak dalam kegiatan ini sangat penting karena menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ujar Willybrodus Lay.
Menurutnya, parade ini bertujuan menanamkan semangat nasionalisme, nilai-nilai perjuangan, dan kecintaan terhadap bangsa sejak dini.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan perlu terus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini,” tegasnya.
Penampilan peserta dengan pakaian adat juga menjadi ajang memperkenalkan keberagaman budaya Kabupaten Belu yang berada di perbatasan RI-RDTL.
BACA JUGA:
Gelorakan Jiwa Perjuangan di Perbatasan RI-Timor Leste, 89 Regu Meriahkan Gerak Jalan 8 KM HUT Ke-81 RI di Atambua
Melalui dua kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Belu berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan dalam kemeriahan, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter.
“Semoga semangat yang ditunjukkan peserta gerak jalan dan anak-anak dalam parade ini menjadi gambaran tumbuhnya generasi muda Belu yang cinta tanah air, punya semangat persatuan, dan tekad meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa,” pungkas Bupati.**
