KSP Dudung Abdurachman Kenang Wejangan Ryamizard Ryacudu: Bukan Sekadar Kata-kata Manis, Melainkan Prinsip Hdup Sorang Prajurit
Diterbitkan Senin, 1 Juni, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Pesan mendalam dari mendiang Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu agar TNI harus kembali ke barak menjadi hal yang paling diingat oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Saat melayat ke rumah duka di Cikeas pada Minggu (31/5/2026) malam, Dudung tampak begitu emosional mengenang kembali wejangan dari sang mantan Menhan, yang selalu meminta prajurit untuk berbuat baik kepada rakyat.
“Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat bahwa tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah ‘baik-baik dengan rakyat’. Itu beliau yang sering disampaikan,” kata Dudung melansir dari Tribunnews, Minggu (31/5/2026).
Kedekatan emosional antara keduanya memang sudah terbangun sejak lama. Dudung menceritakan, saat dirinya masih menjabat sebagai Komandan Batalyon di Aceh, Ryamizard merupakan sosok pemimpin yang luar biasa bijak ketika memimpin operasi darurat militer di tanah Rencong tersebut.
“Dan beliau juga yang menerapkan tentang bagaimana TNI harus kembali ke barak. Beliau prajurit sejati. Prajurit tulen yang betul-betul prajurit profesional. Prajurit pejuang,” ucap Dudung dengan nada bangga sekaligus haru.
Di samping ketegasannya di lapangan, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang tidak pernah kenal menyerah dalam memajukan organisasi TNI.
Hal ini sudah dibuktikan dengan banyaknya terobosan yang ia kembangkan demi mencetak prajurit yang benar-benar profesional di bidangnya.
Kehilangan ini tentu pukulan telak bagi Dudung. Sambil menghela napas, ia menceritakan betapa dekatnya hubungan mereka hingga detik-detik terakhir.
“Sehingga saya pun merasa kehilangan beliau, dan semasa sakitnya pun saya sering datang ke sini, ke rumah sakit karena memang sangat dekat dengan beliau,” ungkapnya.
Satu hal yang paling membekas di hati Dudung adalah prinsip Ryamizard yang selalu mengedepankan pendekatan manusiawi dalam setiap konflik, termasuk saat ketegangan di Aceh dahulu.
“Terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita. Sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusiawi, ya. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang,” jelas Dudung.
Baginya, nasihat Ryamizard bukan sekadar kata-kata manis, melainkan prinsip hidup seorang prajurit.
“Sehingga kita pun melaksanakan pembinaan-pembinaan teritorial, dan penekanan-penekanan beliau kepada saya pun beliau menyampaikan bahwa setiap melaksanakan penugasan, cintai rakyat. Ya, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” sambungnya.
BACA JUGA:

Sebagai informasi, kabar meninggalnya mantan Menhan ini pertama kali diungkapkan oleh Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Rico mengonfirmasi bahwa Ryamizard mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada sore harinya.
“Dengan hormat dilaporkan berita duka cita telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD,” kata Rico saat dikonfirmasi pada Minggu (31/5/2026).
Rico juga menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan menggelar upacara penghormatan dan persemayaman jenazah Ryamizard di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir atas seluruh jasa dan pengabdian luar biasa almarhum kepada bangsa dan negara.
“Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di Kementerian Pertahanan dan selanjutnya disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI), Kemhan, Senin (1/6/2026), pada pukul 07.30 WIB,” tuturnya.
Nantinya, upacara persemayaman tersebut akan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Setelah itu, akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah dari kantor Kemhan pada pukul 11.00 WIB.
Dari kantor Kemhan, jenazah almarhum Ryamizard akan langsung diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata, Jakarta.
“Jenazah almarhum akan dimakamkan secara militer melalui upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata sebagai penghormatan negara kepada seorang prajurit dan negarawan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia,” jelas Rico.
Upacara pemakaman militer di Kalibata ini dijadwalkan akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.****
