Harga Beras Bulog Naik, ASN Kabupaten Timor Tengah Selatan 2 Bulan Belum Terima Tunjangan Beras
Diterbitkan Jumat, 13 Februari, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan sudah dua bulan belum menerima tunjangan beras akibat kenaikan harga beras Bulog.
Awak media NKRIPOST TTS pada Kamis (12/02/2026) bertemu dengan Kepala Gudang Bulog Kabupaten Timor Tengah Selatan, Teguh Novem Virmansyah, di ruang kerjanya untuk mengonfirmasi keterlambatan tersebut.
Teguh menjelaskan bahwa kenaikan harga beras Bulog bersumber dari kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Tahun lalu, harga beras medium berada di angka Rp12.500 per kilogram, namun tahun ini naik menjadi Rp17.500 per kilogram.
“Kenaikan harga tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah. Akibatnya, hingga saat ini kami belum bisa menyalurkan beras tunjangan ASN Kabupaten TTS karena belum ada kerja sama antara Pemda TTS dan Bulog terkait penyesuaian harga tersebut,” jelasnya.
Sebagai solusi, pihak Bulog menawarkan penggantian beras medium ke beras premium dengan harga Rp15.400 per kilogram, yang dinilai lebih terjangkau dibandingkan harga beras medium saat ini.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda). Namun, karena kebijakan pergantian dari beras medium ke premium ini masih baru, Bulog perlu melakukan proses pengadaan terlebih dahulu sebelum penyaluran dapat dilakukan.
BACA JUGA:
Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies, Gegerkan warga Bena TTS
Saat ini Bulog masih mencari pemasok dari luar NTT. Setelah mendapatkan suplier, Bulog akan menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Daerah sebelum beras premium dapat disalurkan ke masing-masing OPD.
“Diperkirakan penyaluran baru bisa dilakukan pada bulan Maret atau April, karena masih dalam proses pengadaan,” ungkap Teguh Novem Virmansyah.***( DoA)
