Profil Pendidikan TTS di Antara Pemikir, Pemimpin, Pemerhati dan Pelaku
Diterbitkan Kamis, 18 Desember, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST TTS – Pendidikan pada dasarnya adalah suatu pola dasar membentuk manusia pada titik sejati baik Karakter , Spiritual dan Ilmu pengetahuan Teknologi yang bergerak seiring peradaban manusia
Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam perjuangan kemerdekaannya tak lepas dari sumbangsih pengorbanan Pemuda Cendekiwan yang melekat pada jabatan Pemimpin bangsa yang tertuang dalam semboyan Tutwurihandayani
Peradaban Pendidikan di kabupaten Timor Tengah selatan terpantau bergeser tak terpantau , tak terkendali pada lintas rel sejatinya , minim Pemimpin Pemikir pemerhati Pelaku Pendidikan sejati yang dapat melepas jangkar labuh perahu pendikan pada pelabuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkakter dan Beradab
Terpantau jelas oleh awak media NKRI Post TTS sabtu 13 desember 2025 dihalaman SD GMIT 2 Soe digelar kegiatan Launching buku Antologi hasil karya murid dan guru , Pameran buku dan serah terima gedung aula bantuan bpk Simon Petrus Kamlasi pertama kali terjadi di bumi Cendana wangiTimor Tengah Selatan – adalah Yusak Neolaka , Spd dikenal sosok rendah hati di sela sela pembukaan kegiatan mengatakan ” patut disyukuri bahwa hingga saat ini sekolah ini tetap berkreasi seturut tuntutan jaman dunia Pendidikan tidak harus berdiam diri membangun generasi emas bangsa Indonesia di TTS ini terkhususnya SD GMIT 2 Soe ini walaupun adalah sekolah dasar Swasta yayasan Agape Gereja Masehi di Timor ( GMIT ) hadir sebagai ikon TTS tepat berhadapan dengan ruang publik pasar inpres Soe ” urai kepsek sederhana ini
Oleh awak media NKRI POST TTS bahwa pada pergelan acara ini duhadiri oleh staf ahli lingkungan hidup kementrian ketahanan pangan RI Brigjend Simon Petrus Kamlasi , Ketua komisi IV DPRD TTS Relygius Usfunan , SH , politisi perempuan Jeane Natalia ,petinggi Sinode GMIT .Salah seorang sesepuh TTS yang meminta namanya tidak disebutkan namanya mengatakan ” ini momen langka yang terjadi dan patut di apresiasi . sangat susah temukan pemimpin sekolah yang bisa berkary untuk TTS seperti ini . Saya juga heran pemimpin TTS ini kok sulit hadir pada acara kegiatan sekolahan seperti ini . apakah TTS ini tidak sedang berpihak pada sekolah dan pendidikan TTS ataukah karena tingkat Sekolah Dasar tidak penting bagi menurut mereka ? ” tutur sesepuh ini dalam tanya
Levinus Asbanu , Spd seorang pegiat Literasi TTS pada pembukaan Launching buku itu mengungkapkan ” kegiatan ini adalah wujud impian kita membiasakan anak sejak usia ini membaca menulis meraih cita cita ” tutur Lenso sapaan akrab pegiat literasi ini yang adalah seoran wartawan di TTS
Menanggapi sarana prasana Pendidikan TTS sebagaimana diketahui sangat meprihatinkan dari sisi umur gedung sekolah hingga meja kursi sekolah di bumi TTS penyandang label Stunting tertinggi dan kemiskinan ekstrim bpk Simon Petrus Kamlasi mengatakan ” siswa sekolah dasar pada SD GMIT 2 Soe masih dapat menorehkan tinta penanya menuangkan keinginan dan cita citanya kelak terukur indeks prestasi manusia pada generasi ini terpacu menuju standard skala lokal dan nasional dan internasional tersisa bagaimana langkah pemimpin , guru dan pemerintah berkolaborasi menuju target ini ” tutur SPK
Dipelataran halaman SD GMIT 2 Soe yang tampak bersih dan tertata rapih , Yusak Neolaka , Spd sebagai kepala sekolah dan diketahui adalah sekretaris Persatuan Guru Indonesia ( PGRI ) TTS ini mengatakan ” saya bersama para guru dan komite sekolah ini optimis tetap berkarya dan melakukan terobosan lainya seperti budaya membaca siswa dan guru yg akan dibiasakan hari hari mendatang ” tutup kepsek rendah hati berwibawa bersahabat ini
****jh****
