Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ingin Rangkul Negara-negara Pasifik yang Nenek Moyangnya berasal dari Nusantara
Diterbitkan Kamis, 16 Oktober, 2025 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA — Pemerintah menunjukkan komitmen kuat terhadap kebudayaan nasional dengan mendirikan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Langkah ini menandai perubahan besar dalam arah kebijakan kebudayaan dari sekadar pelestarian menuju diplomasi budaya yang aktif.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia setelah 79 tahun, pemerintah mendirikan Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri. Ini adalah wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pentingnya kebudayaan sebagai pembangunan identitas bangsa dan penguatan industri budaya nasional,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri kegiatan Ekspresi Budaya Bajau dalam Bingkai NKRI, dari Boalemo Menuju Indonesia–Pacific Cultural Synergy di Boalemo, Rabu 15 Oktober.
Menurut Fadli, Indonesia kini bergerak memperkuat peran budaya sebagai kekuatan strategis untuk mempererat persatuan bangsa sekaligus memperluas jejaring diplomasi dengan negara-negara Pasifik. “Budaya Bajau adalah kekayaan maritim Nusantara. Mereka punya rumah panggung lepa-lepa, tradisi berlayar Bapongka, serta ritual laut tiba pina, tiba kaka, dan tiba tamuni. Semua itu menunjukkan spiritualitas dan kearifan ekologis masyarakat pesisir,” jelasnya.
Fadli menilai budaya maritim Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat dengan peradaban Pasifik. Melalui program Indonesia–Pacific Cultural Synergy, pemerintah ingin membangun diplomasi budaya dengan negara-negara seperti Papua Nugini, Vanuatu, Fiji, Kiribati, Tonga, dan Nauru.
“Kita ingin merangkul negara-negara Pasifik yang nenek moyangnya berasal dari Nusantara. Inilah diplomasi budaya—mengenalkan nilai dan peradaban kita yang tua dan luhur kepada dunia,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah juga memperkuat Dana Abadi Kebudayaan untuk mendukung para seniman, sanggar, dan komunitas budaya di berbagai daerah, termasuk Gorontalo dan Boalemo. Masyarakat dapat mengakses dana ini untuk mengajukan program pemajuan kebudayaan.
BACA JUGA:
Fadli menutup sambutannya dengan ajakan kolaborasi lintas daerah. “Kementerian Kebudayaan siap bekerja sama memperkuat ekosistem budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan menghidupkan ekspresi budaya tradisional dengan sentuhan modern,” ujarnya.
Langkah ini menegaskan bahwa kebudayaan kini menjadi pilar strategis dalam pembangunan nasional dan diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik.
