NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Melalui LBH Surya Wilwatikta : Advokat Franky Dwi Damai, Berikan Layanan Probono Kasus Pidana

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 22 Desember, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, MALANG JAWA TIMUR – Franky Dwi Damai, S.H., sosok Advokat muda di Indonesia yang akhir-akhir ini mulai naik daun, dengan nama sapaan Mas Idham, nama khusus yang diberikan salah satu Kyai tersohor salah satu Pimpinan Pesantren Pendidikan Al-Qur’an di Sedayulawas, ya beliau adalah Almarhum KH. Sa’dullah. Merupakan sosok alim yang baik budi pekerti dan bijaksana serta ketokohanya dikenal sampai di seluruh wilayah Lamongan, bahkan Surabaya, Malang, Jawa Timur.

Sebutan Mas Idham, sebenarnya merupakan nama yang bukan lain dari nama asli lengkapnya (Dwi Damai). Suka tidak suka akhirnya pria yang berprofesi sebagai Advokat ini, justru dengan nama panggung Mas Idham kini malah banyak dilirik di kalangan para pencari keadilan baik di kalangan masyrakat Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bali, Sumatera, yang telah banyak menggunakan jasa hukumnya, dan dalam waktu dekat ini sedang menangani pekara di Samarinda.

Mas Idham merupakan sosok pria unik, riang gembira kelahiran Pesisir Lamongan, Jawa Timur. Tidak hanya dikenal ramah di Kalangan pertemanan serta sesama rekan sejawatnya. Pria dengan kulit sawo matang ini, lebih dikenal oleh masyarakat luas sebagai Advokat Muda Indonesia yang tegas dan profesional dalam menangani berbagai penyelesaian konflik hukum. Memiliki kemampuan hukum dibidang Pidana, Perdata, PHI, HTN, dengan julukan (Advokat Muda Pejuang Hukum) dengan nama Kantor Hukum yang membesarkannya yakni (JFA Law Firm) atau Justice For All Law Firm dengan arti (Keadilan Untuk Semua) sesuai tujuan dan marwah dari profesi mulia Advokat sebagai Officium Nobile.

Selain dikenal sebagai sosok advokat yang ramah dan mudah bergaul, handal dan mudah memposisikan diri di lingkungan masyarakat sekitar. Mas Idham dikenal aktif dan sering turun pendampingan hukum, mulai dari Kota-Kota besar, sampai ke Pelosok Desa terpencil seluruh wilayah Indonesia.

Advokat Franky Dwi Damai atau sapaan Mas Idham sejak masa mudanya telah mendedikasikan karirnya untuk pengabdian hukum pada masyarakat dengan menerima berbagai Konsultasi hukum Perdata, Pidana, PHI, HTN, dll.

BACA JUGA:

Ketum Organisasi Advokat PERADAN Angkat Bicara Polemik Dwi Kewarganegaraan Bupati Sabu Terpilih

Mengenal Indranas Gaho, Koordinator Nasional THS-THM 2023-2026

Advokat Peradan Sumatera Selatan Bersama FERARI Dan PPKHI Ambil Sumpah Di PT Palembang

Sebagai Profesional Advokat, Mas Idham tidak hanya menangani perkara berbayar dengan klien orang-orang kaya semata, yang bisa membayar (honorarium) dan bonusan succesfe besar, atau dengan bayaran fantastis yang sangat menggiurkan.

Demi Kepentingan Klien, untuk menegakkan hak-hak keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum. Advokat Franky menegaskan pentingnya integritas dan kemampuan profesi yang unggul.

Kolaborasi serta bermanfaat kepada masyarakat sebagai pencari keadilan dan mampu membuktikan di lapangan dengan nyata “Bahwa memegang peranan menjadi Advokat profesional merupakan profesi yang mulia yang mampu bersahabat dengan klien yang sejatinya merupakan pencari keadilan yang tidak untuk dibeda-bedakan. Karena hak-haknya sama dihadapan hukum tanpa terkecuali,” tutur Advokat mudah itu.

Bahkan tidak jarang Advokat Franky Dwi Damai atau Mas Idham melakukan sedekah pendampingan secara “probono” memberikan bantuan cuma-cuma dan berdedikasi kepada masyarakat yang tidak mampu dengan catatan calon klien, maupun klien bisa menunjukkan dan membuktikan dokumen asli Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Surat Keterangan Miskin dari Desa atau Kecamatan, Slip Gaji, Slip Pembayaran Listrik, Foto Rumah, Surat Pernyataan tidak memiliki harta kebendaan yang bernilai dan lain-lain.

Baginya, tiada yang mustahil untuk keadilan selama kita Percaya Kuasa Tuhan itu nyata, memperjuangkan hak-hak klien sebagai Pencari Keadilan bukanlah jargon belaka.

Ia juga menegaskan bahwa baginya, tidak ada perkara besar dan kecil, dalam penegakan hukum, semua sifatnya sama selama tidak bertentangan dengan UU No.18 Tahun 2003 Tentang Advokat dan Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI).

Diketahui ternyata, sebelum menjadi Advokat pemberani dengan gaya sederhana dan parlente. Darah Pemberani ini, muncul karena didikan kedua orang tuanya yang sangat disipilin, tegas dan dituntut mandiri.

“Saat masih kecil Bapak, dulu mengajarkan saya untuk berani menghadapi permasalahan dan menyelesaikan semuanya sendiri tanpa harus melibatkan kedua orang tua, saya ditempa dan didik Bapak dengan disiplin, seringpula saat Bapak pulang kerja dari luar kota, saya diajak jalan-jalan dinasehati saat sedang berdua dengan posisi duduk dibonceng di atas motor,” ujar Mas Idham dengan rasa syukur.

“Sedangkan, Ibu saya setiap hari memberi makanan saya ikan laut dengan menu kesukaan saya pepes ikan, dan sayur pepaya muda, daun singkong yang dimasak menjadi kuah santan, ataupun kuah sup ikan, kuah asem-asem, yang enak dan lezat, dan memberikan wejangan atau nasehat saat saya sedang makan. Kondisi ini membuat hati saya senang, semangat belajar, dan mudah menjawab soal-soal saat masih duduk dibangku pendidikan,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. RAYA PENGGILINGAN NOMOR 21 CAKUNG JAKARTA TIMUR DKI JAKARTA TLP. (021) 2246 9861 WA: 0852 1744 4076 - 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved