Pemkab Solok Laksansakan Bimtek Pengelolaan Keuangan Bagi Wali Nagari Dan BPN
Diterbitkan Kamis, 13 Juli, 2023 by NKRIPOST

NKRIPOST, AROSUKA – Untuk meningkatkan pengelolaan keuangan dan menghindari terjadinya pelanggaran hukum, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok laksanakan Bimbingan Teknis bagi 74 orang Wali Nagari dan 74 orang Badan Perwakilan Nagari ( BPN ).
Bimbitek Pengelolaan Keuangan yang diikuti oleg 148 orang itu dilaksanakan di Chinangkiek Dream Park, 10-14 Juli 2023 dilaksanakan dalam dua kelompok. Untuk 74 orang Wali Nagari dilaksanakan pada tanggal 10-12 Juli 2023, sedangankan untuk 74 BPN dilaksanakan pada tanggal 12-14 Juli 2023.
BACA JUGA
Astaga!! Hasil Temuan BPK, Diduga Anggota DPRD Kabupaten Solok Korupsi Berjamaah
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarak Nagari Kabupaten Solok, Romi Hendrawan mengatakan bahwa output dari kegiatan tersebut adalah terciptanya tata kelola keuangan nagari yang lebih baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaaan, pelaporan dan pengawasan.
Sementara itu Bupati Solok, Epyardi Asda pada saat pembukaan Bimtek tersebut mengatakan dirinya tidak ingin baik Wali Nagari maupun BPN terjerat masalahyang diakibatkan kekeliruan, ketidak tahuan, maupun kekurang hati-hatian dalam menjalankan tugas, terutama dalam penggunaan keuangan.
“ Saya tidak ingin Bapak danIbu terjerat permasalahan yang disebabkan oleh kekeliruan dalam menjalankan tugasnya, untuk itu pada hari ini kita Pemerintah Kabupaten Solok sepakat untuk mengadakan Bimbingan Teknis bagi Pemerintah di Nagari baik itu Walinagari maupun Badan Permusyawaratan Nagari.
” Katanya.Bupati Epyardi Asda menegaskan kegiatan tersebut seiring dengan adanya peningkatan dana desa yang dianggarkan di setiap nagari.
“ Kegiatan ini diadakan karena semakin meningkatnya Dana Desa yang di anggarkan di setiap Nagari, dan tentu ini akan terus bertambah seiring peranan para Walinagari dalam hal kemasyarakatan yang semakin Kompleks, maka dari itu terkait pemahaman pengelolaan anggaran dan aturan harus dipelajari dengan seksama sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam mengelola keuangan di masa yang akan datang.” Tegas Epyardi Asda. (Nazwir Koto )
