NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Peluncuran Website dan Tools Pencegahan Bunuh Diri Bersama Direktur P2MKJN Kementrian Kesehatan RI

Listen to this article

Diterbitkan Minggu, 12 September, 2021 by NKRIPOST

Tangkapan Layar https://ehfa.id

NKRIPost, Sumbar – Dr.Celestinus Eigya Munthe, Sp.Kj, M.Kes selaku Direktur P2MKJN Kemenkes RI dalam acara Peluncuran Website dan Tools Pencegahan Bunuh Diri bekerjasama dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia menuturkan, ” Kejadian bunuh diri merupakan masalah yang serius yang ditemui di negara-negara Asia Tenggara dan negara berpenghasilan rendah serta menengah yang cukup tinggi angkanya.”

“Resiko bunuh diri atau kepikiran serta ide bunuh diri hingga tindakan bunuh diri yang sudah tentu akan menurunkan kualitas hidup seseorang sering kali dikaitkan dengan masalah kesehatan mental atau kesehatan jiwa dan menjadi penyebab kematian kedua yang tertinggi pada usia 15-29 tahun.”

“WHO menyatakan bahwa setiap 40 detik ada satu orang yang meninggal karena bunuh diri atau setara dengan 800 ribu orang setiap tahunnya. Sementara data yang kita dapatkan dari Kepolisian di Indonesia pada tahun 2020 dilaporkan terdapat sebesar 671 orang yang melakukan tindakan bunuh diri. Sementara dari potensi desa badan statistik tahun 2020 sebanyak 5.787 orang bunuh diri maupun percobaan bunuh diri yang digabungkan dalam satu angka secara bersama-sama.” Tutur Dr.Celestinus.

Selanjutnya beliau mengatakan, ” Hal ini bukan angka semata, tetapi merupakan bagian daripada permasalahan kesehatan jiwa kita secara keseluruhan. Perlu kita ketahui bersama bahwa salah satu indikator kesehatan jiwa itu adalah upaya menurunkan angka bunuh diri secara global.”

“Komitmen menurunkan angka kematian akibat bunuh diri ini tertuang dalam rencana aksi kesehatan jiwa yang ditetapkan oleh WHO. Penyebab bunuh diri merupakan hasil interaksi beberapa faktor biologi, genetik, psikologis maupun masalah sosial dan budaya. Sehingga perlu kita mengembangkan suatu program pencegahan bunuh diri.”

Berikutnya beliau mengatakan,” Sebagaimana kita ketahui pada saat ini kita berada dalam suatu potensi mendapatkan keuntungan demografis. Dimana dalam sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan kehidupan anak dan remaja yang merupakan angka populasi terbesar pada saat ini dalam demografi penduduk akan meneruskan ketahanan bangsa dan negara. Sehingga perlu pada saat ini kita betul-betul memperhatikan masalah ketahanan mental bagi anak dan remaja di masa pandemi ini. Dimana kita kita ketahui bahwa dalam pandemi ini terdapat suatu tekanan yang secara hebat mengakibatkan terjadinya perubahan secara sosial maupun aspek kehidupan kita secara keseluruhan.”

Tentunya secara emosional perubahan yang sangat mendadak dan berat ini mengakibatkan terjadinya peningkatan angka gangguan kesehatan jiwa di tengah masyarakat kita.

Pada tahun 2020 dari data yang ada walaupun di rumah sakit terjadi penurunan pelayanan kesehatan jiwa, tetapi gambaran peningkatan gangguan kesehatan jiwa terhadap depresi maupun kecemasan terjadi peningkatan angka depresi 8% dan untuk kecemasan sebesar 6,8%.

Hal ini merupakan angka yang sangat besar prevalensi ya untuk populasi masyarakat kita secara keseluruhan. Dan tentunya hal ini sangat mempengaruhi aspek dan kualitas kehidupan kita secara bernegara maupun secara pribadi yang akan menurunkan kualitas hidup kita.

Dalam peringatan acara pencegahan bunuh diri sedunia yang dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021, dimana pada tahun ini kita buat tema yang berjudul “Menumbuhkan Harapan Melalui Aksi Nyata” sebenarnya merupakan waktunya bagi kita secara keseluruhan bahwa kita wajib membangun kesehatan mental kesejahteraan masyarakat bersama-sama dengan berkolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta serta lembaga swadaya masyarakat maupun organisasi profesi untuk bersama-sama membangun sistem kesehatan mental yang baik.”

Akhir kata beliau berharap untuk masyarakat Indonesia agar saling berbagi pengalaman, saling menumbuh kembangkan empati dan kepedulian dengan sesama dan dapat memberikan suatu jalan keluar bagi individu ataupun masyarakat yang mengalami permasalahan. Dan kita bisa menjadikan suatu solusi yang baik untuk kesehatan mental masyarakat secara bersama-sama.

Dalam kesempatan yang sama, DR.Indria L.Gamayanti, M.Si, Psikolog selaku Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia menyampaikan mengapa fenomena bunuh diri perlu menjadi perhatian? Siapa yang beresiko?

Beliau menuturkan bahwa individu yang mengalami masalah psikologis berat atau gangguan jiwa (depresi), antara lain karena; ada predisposisi kerentanan, ada masalah hubungan awal yang tidak harmonis atau deprivasi maternal, mengalami kekerasan, bullying, trauma atau diskriminasi, mengalami tekanan hidup berat, minim dukungan sosial, adanya anggota keluarga bunuh diri, mudah mendapatkan alat munuh diri (misal pil, tali, dan sebagainya).

Beberapa hal yang mendorong ide untuk melakukan bunuh diri diantaranya kesepian, merasa tidak dibutuhkan atau tidak berguna, “lelah” dengan kehidupan, tidak ada yang mendukung atau merasa tidak ada yang peduli, merasa dijauhi teman atau kerabat, dan perasaan tertekan.

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa resiko bunuh diri bisa semakin berat dengan adanya; perlakuan yang diskriminatif, judgemental, “menyakitkan”, tulisan atau cerita tentang bunuh diri yang tidak berat, stigma yang terkait dengan kesehatan mental, penyalahgunaan zat atau perilaku bunuh diri yang mencegah orang mencari bantuan, anggapan bahwa pembicaraan bunuh diri adalah tabu atau bukan “urusan”. Terakhir beliau juga mengatakan bahwa bunuh diri dapat dicegah.

Berikutnya dalam acara tersebut, Dr.Sandersan Onie yang biasa disapa Sandy selaku Peneliti Kesehatan Mental dalam Pencegahan Bunuh Diri sekaligus pendiri Emotional Health for All (EHFA) bersama-sama Ikatan Psikolog Klinis Indonesia bekerjasama dengan Kemenkes RI meluncurkan Website dan Tools Pencegahan bunuh diri yang dapat diakses melalui https://ehfa.id

Masyarakat dapat mengaksesnya sebagai media informasi, solusi dalam pencegahan bunuh diri.

NKRI Post Sumbar – Bayu Prasetya Yudha, M.Psi.,Psikolog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved