NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Gemma Kefa Gelar Aksi Damai, Kim Taolin: Harap Bersabar, Semua Akan Indah Pada Waktunya

BAGIKAN :
Wakil Bupati Malaka, Kim Taolin

NKRIPOST, MALAKA – Menjelang jatuh tempo 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Malaka pada 4 oktober, Gerakan mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu gelar demo unjuk rasa di kabupaten Malaka dengan membawakan sejumlah tuntutan sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan kabupaten Malaka yang saat ini di pimpin Dr. Simon Nahak, S.H., M.H dan Louise Lucky Taolin, S.Sos

Aksi demonstrasi mahasiswa tersebut mulai Long Marc dari simpang Beiabuk jantung kota Malaka menuju titik yang di tuju kantor DPRD dan kantor Bupati Malaka, Senin(16/8/2021) dengan membawakan sejumlah perangkat aksi, massa orasi berganti sepanjang jalan menuju titik yang di tuju.

Kepada media ini usai demo unjuk rasa, koordinator lapangan (Korlap) aksi, Emanuel Suri mengatakan, tujuan demo sebagai bentuk evaluasi terhadap 100 hari kerja, yang pertama terkait audit terhadap para kepala desa, kita minta pemda malaka sampaikan ke publik agar masyarakat bisa mengetahui progresnya

Senada di sampaikan, Renerius Nahak,12 kepala desa yang sudah terindikasi penyalahgunaan dana desa dan sudah di rekomendasikan ke kejari Belu, namun sampai sejauh ini belum ada informasi berkelanjutan terkait itu. Sedangkan terkait penataan Kota Betun seperti yang dijanjikan, sampai saat ini tidak terealisasi sama sekali.

Menurut, Renerius, program 100 hari belum efektif. Sedangkan janji penyediaan air bersih bagi korban bencana, reformasi birokrasi untuk penyelenggaran pemerintahan yang bersih tidak berjalan, pembangunan gedung kantor bagi perangkat daerah bekerja.

Para pendemo sebagai bagian dari civil society mendesak Bupati Malaka agar mengumumkan 12 desa yang terindikasi korupsi tersebut kepada masyarakat.

Sementara, ketua umum GEMMA, Jefrianus Febronius Nahak, tegaskan agar pemda Malaka tidak alergi terhadap kritikan dari anak daerah sendiri mau luar daerah.

“Kritik itu baik untuk di benahi sistem pemerintahan ini. Agar berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Kami tidak akan berhenti kritik selagi kebijakan belum pro terhadap rakyat Malaka. Saya pastikan akan turun lagi dengan masa yang banyak,”ujar Jefrianus.

Terpisah Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin, S.Sos di konfirmasi, Senin,(16/8/2021) malam. Mengaku dirinya mengapresiasi sikap kritis mahasiswa.

“Saya apresiasi mahasiswa pendemo. Soal isu bilang bupati dan wakil bupati tidak sempat ketemu massa aksi itu bukan berati menghindar atau anti kritik namun soal mis komunikasi. Sebab yang kita minta 5 orang namun massa aksi paksakan harus 10 orang tanpa hasil rapid tes. Harus di pahami bersama kita sedang di landa covid dan sementara PPKM,” ujar Wabup Kim Taolin.

Dikatakan Wabup Kim Taolin, demo itu bagian menyampaikan pendapat di muka umum dan di jamin konstitusi. Kritik itu baik untuk kita benahi pemerintahan ini sesuai demgan visi dan misi SN – KT. Sebab pemerintah yang anti kritik akan memimbulkan kemacetan dalam pelayanan publik bahkan dalam pengambil kebijakan.

” anak muda sebagai repsentasi rakyat wajib kritik pemerintah dan patut di apresiasi karena jelang jatuh tempo 100 hari kerja mahasiswa mengingatkan pemerintah agar semangat bekerja dalam pemberantasan korupsi. Selain audit anggaran SN – KT tidak program prioritas yang sudah di janjikan. Kita sedang berupaya memaksimalkan hanya imi soal waktu karena di lain sisi kita di batasi covid 19,”tambah Kim Taolin

Dijelaskan Wabup termuda ini, program 100 kerja sedang berjalan semua pasti di umumkan pada 4 oktober jatuh tempo 100 hari kerja. Audit sementara berjalan sedangkan 12 desa yang di rekomendasi ada mekanismenya tentu akan di sampaikan APH dalam waktu dekat.

“Masyarakat mohon bersabar semua akan indah pada waktunya. Ini soal waktu niat SN – KT soal pembangunan dan pemberantasan KKN di Malaka dalam komitmen SN – KT dan sementara berjalan,”ujar Kim Taolin

Berikut pernyataan sikap GEMMA :

  1. Mengevaluasi hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka
  2. Mengumumkan hasil audit kepada publik
  3. Bupati harus konsisten dalam janji politik tentang Penataan Kota Betun
  4. Merealisasikan janji politik memberikan kebutuhan air bersih bagi korban bencana alam
  5. Pemda Malaka perlu adanya koordinasi dengan PT IDK tentang kepemilikan lahan tambak garam ( )

Diterbitkan Pada Agustus 17, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami
%d blogger menyukai ini: