Sengketa TANAH PUSAKO TINGGI Suku PAGHUA Nagari TARANTANG Kecamatan Harau Semakin Membara
Diterbitkan Sabtu, 14 Agustus, 2021 by NKRIPOST

Nkripost, Kabupaten Lima Puluh Kota – Nagari Tarantang kecamatan Harau dalam suasana Pendemi Covid 19 ini, ternyata dua kelompok / Kaum yang bertikai masalah tanah Pusako Tinggi di pasukuan Paghua Nagari Tarantang, yaitu antara Dt.Ajo Simarajo selaku Penggugat dan Dt.Sadeo sebagai Tergugat belum kunjung selesai.
Hari ini, Sabtu tanggal 14 /8/2021 sidang dilanjutkan di Kantor LKAAM Kabupaten Lima Puluh Kota, yang kebetulan berkantor di nagari Tarantang Kecamatan Harau, menghadirkan saksi -saksi Jihat / Saksi sepadan selaku Suluah Pisoko Menurut Adat di Minang Kabau. yang dalam hal ini di hadiri sebanyak 2 Orang niniak mamak Nagari Tarantang yang di anggab tau dan paham dengan permasalahan tersebut ,yaitu 1.Dt Rajo Mangkuto Suku Sembilan dan Dt Paduko Nan Kuniang suku sembilan juga ,dan satu Orang Bundo Kanduang Suku Pitopang. (ketiga orang ini Saksi Yang di hadirkan Tergugat)
Kebetulan sidang hari ini di pimpin oleh Nur.Dt Rajo Mangkuto ,di dampingi oleh Yentiawarman Dt Paduko Sati ,Nurhasiswan Dt Marajo Sati, Dt Pangulu Batuah,Dt Paduko Tuan, dan Dt Panjang yang di percaya sebagai Tim untuk menyelesaikan perkara tersebut oleh LKAAM kabupaten Lima Puluh Kota,di saksikan lansung oleh Awak Media NKRI POST untuk meliput jalanya sidang tersebut.
Setelah sidang di buka sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan,ternyata semua saksi yang dihadir oleh pihak tergugat/ Dt Sadeo yaitu :
1.Hasan Basri Dt Rajo Mangkuto 2.Amirrusdin Dt Paduko Nan Kuniang, dan 3. Ibuk Elmawati.
mengatakan manuruik wari nan bajawek imanant nan bapacik ,tanah objek perkara yang terletak di daerah Guguak dalam Nagari Tarantang mereka bertiga sejihat / sepadan dengan Tanah Dt Sadeo,bukan dengan Dt Ajo Simarajo , kata mereka secara bergantian.
Yaitu Utara berbatas dengan Dt Rajo Mangkuto Suku 9, Barat juga berbatas dengan Dt Rajo Mangkuto Suku 9, dan Utara sebagian lagi berbatas dengan Tanah Dt Paduko Nan Kuniang. dan Selatan berbatas dengan Tanah Dt Rangkayo Bosa ,suku Pitopang sementara sebalah Timur Milik tanah Dt Sadeo sendiri,Suku Paghua.
Kemudian Hasan Basri Dt .Rajo Mangkuto selaku Tuo Kampuang Suku “Sembilan”.menambahkan sepanjang yang dia kitahui , Niniak mamak yang bisa duduak di atas Balai Adat “Katian Putuih “nagari Tarantang hanya 12.Orang ,termasuk Dt Sadeo, Kata Dt Rajo Mangkuto dengan suara lantang.
Tutuah Nan Badonga ,Rupo Nan Baliek, Dt Ajo Simarajo itu memang tinggal di Tanah yang jadi objek perkara,tapi bagaimana itu terjadi HB.Dt Rajo Mangkuto tidak tau pasti. kabarnya di pogang satu ekor Jawi, dan Dt Ajo Simarajo tidak mempunyai Pusako Tinggi. dan dia HB.Dt Rajo Mangkuto ,selaku niniak mamak nagari Tarantang sepengetahun dia ,yang menjadi Dt Ajo Simarajo itu baru satu Orang ,ujar Dt Rajo Mangkuto menambahkan.
Kemudian di ujung Persidangan Hasan Basri Dt.Ajo Simarajo Suku Paghua selaku penggugat dalam masalah ini,juga menhadirkan 4 orang saksi , yaitu 1 Alimar umur 66 th, 2.Mawardi umur 69th ,3.Yurni umur 66 th dan 4.Dartianis umur 58 th ,dan ke empat saksi ini, adalah kemanakan Datuak – Datuak yang di hadirkan Oleh Dt Sadeo selaku saksi dari tergugat,dalam permasalahan ini.
Dan yang bikin miris menurut YW .Dt Paduko Sati sebagai kusuik manyalasai,Karuah Mampajaniah ,keterangan yang di sampaikan saksi penggugat ini ,tidak bisa di jadikan sebagai patokan ,sebab mereka yang jadi saksi tersebut tidak tau pasti ,masalah asal muasal tanah yang di perkarakan oleh Dt Ajo simarajo. terang Dt Paduko Sati kepada NKRI POST sambil tersenyum.
Lagi pula 3 orang perempuan yang sudah mulai uzur , dan satu orang laki – laki, tapi suda tua juga, tinggal di daerah Ketinggian, dan bukan orang Tarantang melainkan orang Sarilamak, dan tidak tau pasti dengan tanah yang di sengketakan, ucap Paduko Sati menambahkan.
Kemudian pihak Tim instifigasi Syamsu Akmal Dt .Paduko Tuan ,dan Kawan – kawan yang ditunjuk Dt Rajo Suaro selaku Ketua LKAAM ,melalui rapat Pleno LKAAM dua bulan yang lalu , menawarkan perdamaian kepada Hasan Basri. Dt. Ajo Simarajo. dengan suatu kesepakatan , tapi Dt Ajo Simarajo sepertinya enggan untuk berdamai,kecuali Tanah yang di permasalahkan tersebut, “Kok indak sarupo jo nan lamo ,tolong tantukan hak nan bamilik ,Untuak nan bapunyo ucap HB.Dt Ajo Simarajo dengan kata Khiasan.
Arti kata Tanah yang di sengketakan tersebut tetap untuk Dia ( untuk Kaum Dt.Ajo Simarajo ) jelas Dt Pangulu Batuah menimpali dengan nada bergetar dan muka sedikit memerah.
Dan dalam hal ini Nurhasiswan Dt Marajo Sati selaku Tim juga angkat bicara ,bagaimanapun juga kita,LKAAM akan berusaha mengupayakan agar yang bertikai mau berdamai ,sehinga Kaum yang bermasalah tidak terlalu di rugikan,sebab jika ini masuk ke Hukum Positif dan di lanjutkan ke Pengadilan, biasanya yang bertikai ini akan sama sama rugi..nan bak kato urang awak juo “Nan ciek jadi abu,Nan ciek jadi arang ” jelas Dt Marajo Sati sambil berlalu.
Terakhir sidang kasus sengketa lahan tersebut ditunda Dan sidang akan dilanjutkan Miinggu depan (*)
