NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Al – Kindi, Sebuah Inovasi Mahasiswa UM Untuk Tingkatkan Sains Qur’ani

BAGIKAN :

NKRIPOST, MALANG – Selama ini, pembelajaran IPA di Indonesia cenderung bersifat teacher centered dan berorientasi pada hafalan. Siswa belum terbiasa untuk berinkuiri, sehingga memiliki kemampuan literasi yang masih rendah. Hal tersebut terlihat dari hasil PISA pada tahun 2018 yang memperlihatkan bahwa literasi sains siswa di Indonesia masih jauh di bawah rata-rata. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menjadikan literasi sebagai salah satu tujuan utama pendidikan supaya siswa mampu memahami konsep sains dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan seharusnya mampu menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan dengan tetap menanamkan nilai-nilai religi sebagai sarana refleksi diri siswa berkaitan dengan esensi manusia sebagai makhluk Tuhan. Pemahaman nilai religi dalam menuntut ilmu ini, pada akhirnya akan menyadarkan siswa bahwa semua ilmu pengetahuan bersumber dari Tuhan, dan manusia dibekali akal untuk mengeksplor pengetahuan tersebut dengan mempelajari alam raya ciptaan-Nya. “Pemahaman yang demikian perlu dimiliki oleh siswa supaya mereka cerdas baik dari segi intelektual maupun spiritual. “ Ungkap Mohammad Hilfi selaku inisiator dari ide karya ini.

“ Pembelajaran yang berorientasi pada integrasi sains-religi, sangat tepat apabila dilakukan di sekolah-sekolah yang berbasis Islam (Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah)”. Lanjut Maya. Namun, Dinda juga mengatakan bahwa pembelajaran penerapan literasi sains Qur’ani di madrasah selama ini masih kurang. Memang, sejauh ini tidak ada perbedaan antara pembelajaran sains di madrasah denga sekolah umum. Sekolah madrasah belum teridentifikasi menerapkan pembelajaran sains yang terpadu dengan nilai religius.

BACA JUGA:

Menanggapi hal tersebut, tim Al-Kindi dari Universitas Negeri Malang mempersembahkan sebuah karya berupa aplikasi android yang mengemas materi IPA terintegrasi nilai-nilai Qur’ani berkonteks socioscientific issues guna meningkatkan literasi sains siswa. “Aplikasi ini, juga dapat dimanfaatkan sebagai teknologi pembelajaran jarak jauh, mengingat sejak munculnya pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring”. Ungkap Viska.

Ide kreatif ini dikembangkan oleh lima mahasiswa FMIPA UM, yakni Mohammad Hilfi Azra Dzikrulloh (Pendidikan Kimia ) sebagai ketua tim, Maya Oki Septiani ( Pendidikan Kimia ), Dinda Sribuana ( Pendidikan Fisika ), Viska Rinata ( Biologi ), dan Fayi’ Hanif Muhyidin (Pendidikan Teknik Informatika) sebagai anggota.

BACA JUGA:

Inovasi tersebut mendapatkan apresiasi yang baik dari kaum akademisi, salah satunya Bapak Dr. Munzil, M.Si selaku Kaprodi IPA FMIPA UM yang juga merupakan dosen pembimbing dari program ini. Beliau mengatakan bahwa, inovasi media pembelajaran berbasis teknologi sangat diperlukan di era yang serba digital ini. Inovasi yang akan dikembangkan ini, mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek dalam ajang Program kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta tahun 2021.

Kemudian, Hilfi juga mengatakan bahwa selain konten literasi sains Qur’ani, aplikasi ini juga dilengkapi dengan materi dan teknik evaluasi belajar yang sesuai dengan karakteristik soal-soal asesmen kompetensi minimum (AKM).
Aplikasi ini dikembangkan dengan metode RAD (Rapid Application Development). Metode ini dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dengan cepat. Aplikasi ini, dispesifikasikan untuk siswa mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah hinga Madrasah Aliyah. “Dengan menggunakan metode RAD, diharapkan mampu menghasilkan aplikasi yang dapat secara berkelanjutan mengimplementasikan perancangan spesifikasi pengguna. “ Lanjut Fayi’.(*)

Diterbitkan Pada Juni 19, 2021 by SEPUTAR NUSANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami