SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Dugaan Pelanggaran Wakapolri, Polri Dituntut Bersikap Adil Dalam Penegakan Hukum Pelanggaran Protokol Kesehatan

Nkripost, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dituntut bertindak adil dalam penegakan hukum pelanggaran protokol kesehatan wabah covid 19 bahkan jika melibatkan anggota Polri itu sendiri. Hal ini dinyatakan oleh massa aksi yang menamakan dirinya Gerak Muda (Youth Move) dalam demonstrasi di depan Mabes Polri, Jakarta pada Senin, 14/12/2020.

Aksi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh Youth Move terkait dugaan pelanggaran maklumat Kapolri No. Mak/2/III/2020 yang melibatkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona, seperti diketahui bersama Komjen Gatot juga masuk sebagai calon Kapolri berikutnya.

Dalam orasinya, koordinator Youth Move Ibrahim menegaskan azaz persamaan dalam hukum bagi seluruh warga negara Indonesia, hal ini juga harusnya berlaku pula bagi pelanggaran yang dilakukan oleh Komjen Gatot.

“Jika equality before the law ini dianaktirikan di negara ini maka yang berlaku adalah equality by law tentang siapa yang berkuasa, bahwa inilah yang tidak kita inginkan. Jangan sampai ketidakadilan justru dimulai dari penegak hukum itu sendiri. Jangan sampai penegakan hukum berubah menjadi penegakan kekuasaan belaka bukan lagi berdasarkan asas asas atau norma yang berlaku di Republik Indonesia” Tegas Ibrahim.

“Bagaimana mungkin kita percaya kepada penegakan hukum jika kemudian penegak hukum itu sendiri belum mampu menegakkan keadilan hukum dalam lembaganya sendiri. Untuk itulah kita menyampaikan kepada Kapolri bahwa jangan sampai Polri yang selama ini tegas menindak pelanggaran pelanggaran terkait pelanggaran protokol kesehatan covid 19 kepada masyarakat, mahasiswa dan seluruh pejabat kepolisian terendah tetapi tidak berani melakuan penindakan pelanggaran tersebut kepada petinggi Polri nomor dua sekarang ini yaitu Bpk. Komjen Gatot Eddy Pramono”  Lanjut Ibrahim dalam orasinya.

Youth Move mengingatkan bahwa jangan sampai terjadi ketidakonsistenan penegakan hukum malah menjadi bencana pelanggaran hukum di Indonesia oleh karenanya Youth Move kemudian menghimbau kepada masyarakat umum agar mengawal kepolisian agar menjadi lembaga yang adil dalam lembaganya sendiri, supaya kepolisian tidak menjadi alat kekuasaan semata.

Youth Move mempertanyakan peristiwa pencopotan Kapolsek Kembangan yang menggelar acara pernikahan beberapa bulan lalu juga dihadiri oleh Wakapolri Komjen Gatot tetapi sampai hari ini secara hukum dan etika profesi Komjen Gatot belum juga mendapatkan tindakan atau sanksi apapun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed