PM India Narendra Modi Sapa Prabowo Sebagai Sahabat, Begini Kata Qodari
Diterbitkan Rabu, 8 Juli, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan cerita mengenai Perdana Menteri India Narendra Modi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sahabat tanpa sekat.
“Pak PM Modi mengatakan begini, ‘Persahabatan saya dengan Pak Prabowo melebih batas-batas sekat-sekat hak cipta’, kata Qodari saat berbicara dalam acara Bisnis Indonesia Forum di Jakarta, Rabu (8/7).
Qodari membeberkan bahwa pengakuan mendalam dari PM India tersebut menjadi bukti betapa kuatnya kedekatan personal yang berhasil dibangun oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, kemampuan diplomasi yang dimiliki Presiden Prabowo sangat luar biasa dalam meruntuhkan sekat birokrasi antarpemimpin dunia.
Ia menyayangkan jika masih ada sebagian pihak di dalam negeri yang belum memahami sepenuhnya efektivitas dari gaya pendekatan personal yang dilakukan oleh Presiden. Pola komunikasi yang cair tersebut terbukti mampu menempatkan posisi Indonesia di kancah global.
Qodari mengatakan respons positif dan rasa hormat yang mendalam terhadap figur Presiden Prabowo tidak hanya datang dari pihak India saja. Sejumlah pemimpin dari negara lainnya secara terbuka juga menunjukkan sikap kedekatan yang serupa.
“Dan yang ngomong begitu bukan cuma Pak PM Narendra Modi. Donald Trump juga ngomong begitu, ‘Ini teman saya’. Pak Putin juga begitu. Macron juga begitu,” ujar Qodari.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Sepakat Bersama PM Singapura Selesaikan Salah Paham Sebagai Sahabat
Ia menegaskan bahwa seluruh jaringan internasional yang dirajut erat oleh Presiden Prabowo bukan sekadar untuk kepentingan seremonial. Semua gerak langkah diplomasi luar negeri tersebut dipastikan bermuara pada upaya pemenuhan kebutuhan riil masyarakat di dalam negeri.
Salah satu bukti konkret dari pemanfaatan relasi diplomatik tingkat tinggi ini, lanjut Qodari, diproyeksikan untuk mengamankan sektor energi nasional.
“Rusia itu produksinya sehari 11 atau 12 juta barel lah. Kebutuhan dia cuma 5 juta. Nah kalau kita ngambil 1 juta aja aman kita,” ucap Qodari.
Dia menjelaskan ketika terjadi konflik di Timur Tengah dan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak dunia ditutup, Presiden Prabowo bergerak taktis mengatasi defisit pasokan bahan bakar minyak (BBM) domestik yang mencapai satu juta barel per hari dengan kedekatan yang terjalin dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.***Antara
