Ledakan Di Distrik Agisiga Intan Jaya Akibatkan Tiga Warga Sipil Jadi Korban, Ini Penjelasan Koops TNI Habema
Diterbitkan Sabtu, 20 Juni, 2026 by NKRIPOST

NKRIPOST PAPUA – Koops TNI Habema menyampaikan keprihatinan dan rasa duka atas insiden ledakan yang mengakibatkan tiga warga sipil menjadi korban di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, jumat (19/6/2026).
Ledakan yang diduga berasal dari bom yang dijatuhkan pesawat tanpa awak (drone), Kamis (18/6/2026) tersebut mengakibatkan Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah terkena serpihan. Korban mengalami luka serius pada bagian tulang belakang hingga menyebabkan kelumpuhan.
Korban diketahui bernama Oktopina Pogau (40). Peristiwa itu terjadi di Kampung Danggoa, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, sekitar pukul 13.00 WIT.
Berdasarkan keterangan keluarga, insiden bermula ketika Oktopina baru kembali dari kebun. Saat sedang mencuci ubi jalar di sebuah kali kecil di pinggir jalan, terdengar ledakan hebat yang terjadi di dekat lokasi korban berada.
“Setelah ibu ini pulang dari kebun, dia lagi cuci ubi lalu kena bom,” ujar keluarga korban dikutip beritasatu.
Akibat kejadian tersebut, Oktopina mengalami luka serius dan langsung dievakuasi oleh keluarga serta warga setempat ke rumah sakit di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Selain Oktopina, seorang warga lainnya bernama Aliana Hogajau juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena serpihan ledakan saat dalam perjalanan pulang dari kebun.
BACA JUGA:
Polres Yahukimo Bersama Personel Satgas OFC Tembak Mati AS Anggota KKB
Menanggapi insiden tersebut, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeluarkan pernyataan resmi. Melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, kelompok tersebut menuding aparat militer Indonesia non-organik sebagai pihak yang melakukan serangan udara menggunakan drone di wilayah pemukiman warga sipil.
Menurut Sebby, peristiwa itu merupakan bagian dari rangkaian ketegangan bersenjata yang terjadi di Distrik Agisiga dalam beberapa waktu terakhir.
TPNPB-OPM juga menyebut serangan yang diklaim masih berlangsung telah mendorong sejumlah warga sipil mengungsi ke kawasan hutan untuk menghindari risiko konflik.
Dalam keterangannya, kelompok tersebut mendesak organisasi internasional, termasuk Palang Merah Internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar memberikan perhatian terhadap kondisi warga sipil yang terdampak konflik di Papua.
BACA JUGA:
Ledakan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga
Terpisah, Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna Menanggapi berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Koops TNI Habema menyampaikan fakta berdasarkan data dan laporan satuan di lapangan. Berdasarkan catatan kegiatan operasi yang ada, tidak terdapat patroli TNI yang bergerak menuju maupun melaksanakan aktivitas di Kampung Danggoa dan sekitarnya pada saat kejadian berlangsung.
Selain itu, berdasarkan laporan satuan yang bertugas, tidak terdapat penggunaan granat maupun bahan peledak oleh personel TNI dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut pada waktu kejadian.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, mengatakan bahwa klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menghindari munculnya kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga. Berdasarkan data kegiatan satuan yang kami miliki, tidak ada patroli TNI yang berada di Kampung Danggoa saat kejadian berlangsung. Namun demikian, kami menghormati proses investigasi yang sedang berjalan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan objektif,” ujarnya.
Koops TNI Habema menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti ledakan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan memberikan ruang bagi proses investigasi untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta lapangan. Koops TNI Habema mendukung penuh upaya penanganan terhadap para korban serta siap membantu langkah-langkah kemanusiaan yang diperlukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Sejalan dengan komitmen menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Papua, Koops TNI Habema mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang, mengedepankan informasi yang terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif demi kepentingan masyarakat. ***
