NKRIPOST

NKRIPOST – VOX POPULI PRO PATRIA

Kantin Sekolah Jadi Salah Satu Opsi Dapur MBG

Listen to this article

Diterbitkan Jumat, 12 Juni, 2026 by NKRIPOST

Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran

NKRIPOST JAKARTA – Istana Kepresidenan menyatakan wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap kajian dan menjadi bagian dari penataan menyeluruh yang tengah dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan final terkait skema tersebut. Menurutnya, BGN masih mempelajari berbagai alternatif untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 11 Juni.

Prasetyo menjelaskan pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur MBG merupakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan pemerintah. Namun penerapannya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat, apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN,” katanya.

Menurut Prasetyo, pemerintah akan melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menentukan model pelaksanaan yang paling efektif, termasuk mempertimbangkan aspek infrastruktur, distribusi makanan, hingga efisiensi anggaran.

BACA JUGA:

Kantor BGN Di Geruduk Mitra SPPG: Hilang 1 Miliar Untuk Dapur MBG

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa BGN tengah menyiapkan sejumlah skema baru untuk memperluas jangkauan program MBG, khususnya di daerah 3T yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Salah satu pendekatan yang sedang dikaji adalah memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di masyarakat, seperti kantin sekolah, dapur umum, maupun dapur komunitas, sehingga pemerintah tidak perlu membangun dapur baru atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap lokasi.

Menurut Nanik, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program sekaligus mengurangi kebutuhan anggaran negara.

“Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN dan kita tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah,” ujar Nanik.

BACA JUGA:

Korps Pasgibra Nusantara Minta Kejagung Tangkap dan Tutup Semua SPPG Milik Yayasan MBG Yang Terafiliasi Dengan Dadan Hindayana Cs

Selain memanfaatkan fasilitas yang tersedia, BGN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan program MBG. Kolaborasi tersebut mencakup badan usaha milik negara (BUMN), sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yayasan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Meski mempertimbangkan berbagai alternatif pelaksanaan, pemerintah menegaskan bahwa kualitas makanan, standar gizi, dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam program MBG.

Karena itu, seluruh skema yang sedang dikaji akan tetap mengacu pada standar operasional yang ditetapkan BGN guna memastikan makanan yang diterima peserta program memenuhi kebutuhan gizi dan aman untuk dikonsumsi.

Pemerintah berharap berbagai opsi yang tengah disiapkan dapat mempercepat perluasan jangkauan program MBG sekaligus menjaga efisiensi penggunaan anggaran negara. **voi

VIDEO REKOMENDASI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

REDAKSI: JL. KH. MAS MANSYUR NO. 122 B, KEL. KARET TENGSIN, KEC. TANAH ABANG KOTA JAKARTA PUSAT - WA: 0856 9118 1460  
EMAIL: [email protected]
NKRIPOSTCO ©Copyright 2024 | All Right Reserved