NKRI POST

BERITA SEPUTAR NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Kehidupan Nelayan di Jorong Padang Halaban, Desa Nagari Sasak Sumatera Barat

BAGIKAN :

 

NKRIPOST,Sumbar – Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat terletak antara 00°14’15” LU, 00°03’30” LS dan 99°35’00” BT s/d 99°42’20” BT dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut.

Sedangkan secara administrasi, Pemerintahan Nagari Sasak berbatasan langsung dengan nagari-nagari di wilayah Kabupaten Pasaman Barat. Sebelah Utara dengan Nagari Sungai Aua, Aia Gadang. Sebelah selatan dengan Samudra Indonesia. Sebelah barat dengan Nagari Sungai Aua. Sebelah timur dengan Nagari Lingkung Aua, Kapa, Koto Baru, dan Katiagan Mandiangin.

BACA JUGA :

Pentingnya Menjaga Kondisi Kesehatan Mental Di Tengah Pandemic

 

Nagari Sasak dilalui oleh dua sungai, yaitu Sungai Batang Kapar dan Sungai Batang Pasaman. Di samping itu, wilayah ini juga memiliki dua muara, yaitu Muara Sasak dan Muara Tanjung.

Menurut cerita masyarakat secara turun temurun, asal usul nama Sasak yaitu daerah ini merupakan tempat (habitat) binatang buas yaitu buaya yang hidup di dua sungai (Sungai Batang Kapar dan Sungai Batang Pasaman). Sebagian besar penduduk di sini bertempat tinggal di sekitar pinggiran sungai, sehingga dalam hal ini masyarakat harus berupaya untuk mencegah serangan dari buaya. Maka dari itu penduduk berusaha membuat pagar Nibung sebagai pembatas pengaman untuk memanfaatkan air sungai sebagai sumber kehidupan.

Dalam pembuatan pagar pengaman ini, masyarakat mengerjakan secara bergotong royong dan memanfaatkannya secara bersama-sama. Karena keterbatasan wilayah yang dipagar, maka dalam pemanfaatan sungai tersebut terpaksa masyarakat berdesak-desakan, sehingga muncullah istilah Sasak.

Dan akhir cerita, berdirilah sebuah Nagari Sasak yang dikepalai oleh seorang kepala penghulu adat yang pertama di Nagari Sasak ini yang bernama Dt.Sinaro Mangkuto.

Nagari Sasak terletak di kawasan pantai. Mata pencarian masyarakat Nagari Sasak dominan nelayan. Mereka menggeluti sektor laut semenjak Nagari Sasak ini muncul.

Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) menyebut, terdapat pelabuhan di Nagari Sasak yang beralamat di Jorong Padang Halaban, Desa Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa kapal yang tercatat saat ini di pelabuhan Sasak berjumlah 26 kapal.

BACA JUGA : 

DPLUST” Band Lokal Dari Kota Padang yang Menembus Kancah Musik Nasional

 

Berdasarkan pantauan reporter NKRI Post Sumbar, sebagian masyarakat Jorong Padang Halaban bekerja sebagai nelayan. Mereka menggunakan kapal pukat cincin untuk berlayar menangkap ikan. Dalam sebulan, kapal ini berlayar sebanyak tujuh kali. Tetapi, kondisi ini tergantung keadaan cuaca dan arus air laut. Adapun waktu yang dibutuhkan selama berlayar, yaitu tiga hari dua malam dalam satu trip.

Kegiatan melaut nelayan ini diawali dengan beberapa persiapan, diantaranya bahan bakar berupa solar, es balok buat hasil tangkapan ikan, bahan pokok makanan atau ransum dan perlengkapan melaut lainnya.

Kapal pukat cincin ini berangkat dari anggar tergantung dari air pasang (pasang naik/pasang turun). Biasanya berkisar antara pukul delapan pagi, pukul dua belas siang atau pukul lima sore. Adapun jumlah nelayan yang ikut berlayar dalam satu kapal berkisar antara dua puluh sampai tiga puluh orang.

BACA JUGA :

Perkembangan Covid-19 Kota Padang, Sumatera Barat

 

Hasil tangkapan nelayan bisa mencapai 800 kilo hingga dua belas ton bahkan lebih tergantung cuaca saat melaut. Kemudian hasil tangkapan ini dilelang di tempat pelelangan ikan (TPI) atau pangkalan pendaratan ikan (PPI). Di sana telah menunggu beberapa agen untuk membeli ikan hasil tangkapan. Adapun jenis ikan yang berhasil ditangkap biasanya Tenggiri, Tuna, Tongkol, Gambung Puring, Gembung Mata Lebar, dan Gabur.

Kalau ikan lagi musiman, biasanya harga jual murah. Sebaliknya, kalau tidak lagi musiman, harga jual ikan cukup mahal karena tingginya tingkat kebutuhan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah terus memperhatikan kondisi pelabuhan dan kehidupan nelayan di Nagari Sasak, Pasaman Barat.

Reporter NKRI Post Sumbar Melaporkan. (FY, BPY)

Diterbitkan Pada September 16, 2021 by NKRI POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami
%d blogger menyukai ini: