SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI
oleh

Tren Hijab Syar’i, LKI Ashabul Kahfi SBT Gelar Seminar Muslimah

NKRIPOST | Bula, Maluku – Tren hijab saat ini sedang naik daun. Itulah yang menjadi alasan Lembaga Kajian Islam (LKI) Ashabul Kahfi Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengupas tuntas seputar makna hijab dan tren busana muslimah melalui seminar muslimah.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten SBT, Rabu (06/01/2021). Seminar dengan tema “Rahasia dibalik Hijab Syar’i” Dalam Perspektif Islam dan Medis) ini dihadiri ratusan peserta, yang terdiri dari unsur organisasi perempuan, mahasiswi, pelajar dan unsur pemerintah terkait yang ada di Kabupaten SBT.

Ketua Panitia, Rusniati Mahu, dalam laporanya mengatakan, seminar kemuslimahan tersebut menghadirkan narasumber, antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBT Ny. Yulia Misa Keliobas, SH, Pendiri Pondok Pesantren Nama Timur Abu Imam AR Rumbara, S.PdI, dan Dr. Novriyanti Masuku, Sp.KK,. M.Kes.

Rusni, demikian ia biasa disapa, melanjutkan, untuk mewujudkan karakter tersebut, muslimah harus menuntut ilmu dengan penuh kesungguhan. Seorang muslimah juga mesti menghiasi dirinya dengan ketaatan pada Allah. Di samping itu, harus menjaga dan memelihara kesehatan tubuhnya, memelihara ketajaman akal dan memelihara kejernihan hati.

“Kecantikan batin berupa ketaatan pada Allah, akan memperindah dan menyempurnakan kecantikan lahir,” ujarnya.

Pendiri sekaligus penasehat LKI Ashabul Kahfi Bula Kabupaten SBT, Ust. Alfian Pellu dalam sambutannya berpesan bahwa muslimah harus banyak mencari ilmu dan selalu ingat kepada Allah SWT sehingga semua aktivitas akan berjalan dengan lancar.

“Kalian harus menjaga kewajiban sebagai muslimah, semua yang kita lakukan akan berdampak pada kedewasaan kita. Dunia itu perhiasan. Salah satu perhiasan paling bagus adalah wanita sholehah dan terus belajar tentang makna menutup aurat dalam keseharian kita, semoga kegiatan ini bisa menambahkan pengetahuan kita kita dan mendapat hidayah dari Allah SWT,” pesanya.

Selain itu, Pellu menceritakan sejarah singkat berdirinya lembaga yang perdana melakukan kegiatan besar perdana di bumi yang berjuluk Ita Wotu Nusa itu untuk di kenal lebih luas kepada peserta kegiatan serta masyarakat Kabupaten SBT secara keseluruhan.

“Lembaga Ashabul Kahfi ini berdiri sudah satu tahun lamanya, saat itu saya hanya punya beberapa org laki-laki dan di saat itu juga beberapa akhwat berkeibginan bergabung dan saat ini kami sudah memiliki 143 anggota yang terdiri dari anggota perempun dan laki-laki, dan mereka semua berlatar belakang kajian Ashabul Kahfi yakni mengkaji tentang islam sebab itulah fokus yang kita blajar sampai saat ini dan Alhamdulillah bisa hari ini melakukan kegiatan sebesar ini dan menghadirkan orang-orang terbaik di negeri ini,” jelasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Agama Kabupaten SBT Moksen Mahu, mewakili Pemkab SBT saat membuka kegiatan tersebut dalam sambutanya menyampaikan, kajian yang di gelar anggotanya rata-rata masih muda dan luar biasa, karena kita hidup di sebuah zaman yang berbagai macam cobaan.

“LKI Ashabul Kahfi Kabupaten SBT banyak anggotanya anak-anak muda maka, kita di tuntut untuk memberikan motivasi kepada lembaga ini. Saya selaku kementerian sangat apresiasi kegiatan seistimewah ini,” cetusnya.

Menurut orang nomor wahid di Kemenag SBT ini hijab bukan merupakan sebuah pilihan melaingkan sebuah kewajiban bagi seorang muslimah sejati. Selain itu, kata Dia, hijab juga punya manfaat sangat signifikan dalam kehidupan sehari-hari, selain mengekuti perintah Allah SWT.

“Menutup aurat dalam perspektif medis, hijab juga merupakan cara untuk menjaga tubuh dari segala macam hal yang terjadi di luar serta menjaga kesehatan tubuh pada bagian kulit dari sinar matahari,” pungkasnya.

Birokrat Kabupaten SBT ini juga mengharapkan kepada Ust. Alfian Pellu selaku pendiri sekaligus penasehat LKI Ashabul Kahfi untuk membangun kerja sama yang positif dengan Kemenag Kabupaten SBT dalam meningkatkan dakwah-dakwah islamiah di Kabupaten SBT terutama di beberapa Desa-desa mualaf.(Basir Pattiekon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed